Senin, 10 Desember 2018

Jet Tempur Baru Inggris, Tempest, Pakai Kecerdasan Buatan

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Model pesawat jet tempur Tempest [mirror.co.uk]

    Model pesawat jet tempur Tempest [mirror.co.uk]

    TEMPO.CO, Jakarta - Inggris menyatakan akan mengembangkan jet tempur terbaru mereka, Tempest, yang menggunakan kecerdasan buatan. Program jet tersebut dikenalkan kepada publik dalam gelaran Farnborough Airshow, Senin, 16 Juli 2018.

    Baca juga: Harga Pesawat Jet Tempur Canggih F-35 Turun, Kenapa?

    Menteri Pertahanan Inggris, Gavin Williamson, menyebut pengembangan jet tempur ini menghabiskan biaya sekitar US$ 2,7 miliar (Rp 38 triliun) hingga 2025. Williamson mengatakan, seperti dilansir laman Reuters, Inggris saat ini mencari mitra internasional untuk berkolaborasi dalam program ini.

    Pesawat yang rencananya akan mengganti jet Eurofighter Typhoon, akan dikembangkan dan dibangun oleh BAE Systems, perusahaan pertahanan terbesar Inggris, bersama pembuat mesin Inggris Rolls-Royce, perusahaan pertahanan Italia Leonardo dan perusahaan pembuat rudal Eropa, MBDA.

    Baca juga: Kongres AS Khawatir Data Jet Tempur F-35 Dicuri Rusia

    Seperti dilansir laman The Sun, Tempest dapat diterbangkan oleh pilot atau dioperasikan sebagai wahana nirawak (drone). Pesawat ini menggunakan kecerdasan buatan dan sistem pengenalan untuk mencapai targetnya. Jet Tempest juga dilengkapi senjata laser yang mampu menghancurkan target.

    Program jet tempur ini bisa dibilang merupakan "saingan" untuk kerja sama antara Jerman dan Prancis yang tahun lalu juga mengumumkan sedang meriset jet tempur baru. Program tersebut dipimpin oleh Airbus Perancis, bagian dari konsorsium Eurofighter dan Dassault Aviation SA, yang membuat pesawat tempur Rafale.

    Menteri Pertahanan Inggris, Gavin Williamson (UNSEEN), meluncurkan model jet tempur baru, yang disebut 'Tempest' di Farnborough Airshow, di Farnborough, Inggris 16 Juli 2018.[REUTERS / Peter Nicholls]

    Inggris berencana akan mulai mengoperasikan Tempest pada 2035, bertepatan dengan penggantian armada Eurofighter Typhoon. Eurofighter Typhoon, dikembangkan oleh kelompok empat negara Jerman, Spanyol, Inggris dan Italia pada 1980-an.

    Baca juga: Waspada, Kecerdasan Buatan Bisa Memicu Perang Nuklir

    Pesawat jet adalah inti dari strategi udara tempur Inggris yang baru. Sebelumnya, Perdana Menteri Theresa May menyatakan untuk mempertahankan kemampuan kekuatan udara kelas dunia. Seorang juru bicara kementerian pertahanan Jerman menolak berkomentar mengenai program Inggris tersebut, tetapi mengatakan proyek Franco-Jerman terbuka untuk mitra tambahan.

    Michael Christie, direktur strategi BAE Systems untuk sistem pertahanan udara, mengatakan Inggris mampu mengembangkan Tempest sendirian. "Tapi akan lebih baik mengembangkannya dengan mitra mengingat biaya yang tinggi dan keinginan untuk menargetkan penjualan masa depan," ujarnya.

    Inggris belum mengembangkan jet tempur sendiri sejak 1960-an. Namun Inggris membantu mengembangkan dan membangun pesawat tempur siluman yang paling canggih di armada Inggris, F-35 produksi AS, dengan BAE Systems menjalankan sekitar 15 persen pekerjaan di masing-masing jet.

    Baca juga: Kecerdasan Buatan Ini Bisa Prediksi Kematian, 95 Persen Akurat

    Simak artikel menarik lainnya tentang jet tempur terbaru Inggris, Tempest,  yang menggunakan kecerdasan buatan hanya di kanal Tekno Tempo.co.

    REUTERS | THE SUN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.