Gerhana Bulan Total: Benarkah Jarak Dekat Mars ke Bumi Berbahaya?

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fase gerhana bulan

    Fase gerhana bulan "super blue blood moon" terlihat dari Monumen Perjuangan Pembebasan Irian Barat, Jakarta, 31 Januari 2018. Fenomena langka yang terjadi bertepatan saat bulan berada dalam konfigurasi supermoon dan blue moon ini terjadi sekitar dalam kurun waktu 150 tahun sekali. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Gerhana bulan total kerap membuat heboh. Kalau tidak mitos yang bertebaran, isu tentang gerhana sebagai tanda kiamat juga sering berseliweran di dunia maya.

    Baca juga: Gerhana Bulan Juli 2018 Bisa Dilihat dengan Mata Telanjang

    Pada gerhana kali ini isu yang tersebar adalah kabar dekatnya Planet Mars yang dekat dengan bumi berpotensi membahayakan Planet Biru kita. Memang benar kalau Mars berjarak lebih dekat dengan bumi saat gerhana terjadi nanti malam.

    Saat gerhana dini hari nanti, Mars akan berjarak 57,6 juta kilometer dari bumi. Biasanya jarak Mars ke bumi bisa di atas 100 juta kilometer. Meski dekat, seperti dilansir laman Forbes, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) meyakinkan bahwa Mars tidak berpotensi membahayakan bumi. Sebelumnya, bahkan, Mars pernah lebih dekat dengan bumi, yakni bejarak 56,17 juta kilometer.

    Baca juga: 20 Titik Lokasi Pengamatan Gerhana Bulan Total 2018 oleh BMKG

    Umumnya, jarak antara Bumi dan Mars adalah 224 juta km dengan jarak minimum 54,6 juta km. Jadi, menurut NASA, dalam gerhana nanti Mars akan muncul sebagai bintang yang sangat terang dan dapat dilihat dengan mata telanjang, meski tentu tidak sejelas bulan.

    Gerhana bulan total yang terjadi pada Sabtu dini hari, 28 Juli 2018, pukul 01.00 WIB, juga akan dihiasi dengan kemunculan planet Mars. Bahkan, menurut Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, mengatakan Planet Merah ini bisa dilihat. Dia pun berbagi sedikit tips untuk melihatnya.

    "Saat cahaya purnama mulai redup dan bulan mulai merah, lihat bintang terang kemerahan di sisi kiri," ujar Thomas, saat dihubungi, Kamis, 26 Juli 2018. "Itu Mars yang juga sedang purnama dna terlihat lebih terang."

    Baca juga: 4 Mitos Gerhana Bulan Ini Kerap Bikin Heboh Orang Zaman Dulu

    Menurut Thomas, gerhana bulan total dini hari nanti akan menjadi gerhana terlama pada abad ini. Sebabnya, jarak bulan sedang berada di titik terjauh dengan bumi. Selain itu, lintasan gerhana lebih dekat dengan garis tengah lingkaran bumi. "Karena itulah kegelapan bayangan bumi akan jadi lebih lama," ujar Thomas.

    Baca juga: 5 Fakta Menarik Soal Gerhana Bulan Juli 2018

    Simak artikel menarik lainnya tentang gerhana bulan total hanya di kanal Tekno Tempo.co.

    FORBES | LIVE SCIENCE | FARAH DIBAJ | AMB


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.