Senin, 24 September 2018

Fenomena Oposisi Minimum Bumi dan Mars, Ini Kata Peneliti LAPAN

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari Meteor, Ilmuwan Ungkap Iklim Planet Mars

    Dari Meteor, Ilmuwan Ungkap Iklim Planet Mars

    TEMPO.CO, Jakarta - Bumi dan Mars berada pada jarak terdekat atau biasa disebut dengan fenomena oposisi minimum atau terkecil Bumi dan Mars pada Rabu, 1 Agustus 2018.

    Baca: Besok Mars Berada di Posisi Terdekat dengan Bumi
    Baca: Danau Bawah Tanah Berisi Air Ditemukan di Mars

    Peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Rhorom Priyatikanto menjelaskan bahwa untuk mencapai titik minimum harus mencapai beberapa kondisi.

    "Jarak minimum Bumi-Mars 54.5 juta kilometer ketika terjadi tiga kondisi ini, pertama Bumi di aphelion atau titik terjauh dari Matahari, kedua Mars di perihelion atau titik terdekat dari Matahari dan ketiga Mars berada pada oposisi, yakni ketika Mars berada pada arah yang berlawanan dengan Matahari," ujar Rhorom saat dihubungi Tempo, Selasa, 31 Juli 2018.

    Pada dasarnya, menurut Rhorom, Bumi dan Mars beredar pada lintasan berbentuk elips (lonjong) dengan Matahari sebagai pusatnya. Jarak Bumi-Matahari berkisar antara 147,1 hingga 152,1 juta kilometer, sementara jarak Mars-Matahari berkisar antara 206,6-249,2 juta kilometer. Maka, jarak Bumi-Mars dapat bervariasi antara 54,5 juta kilometer hingga 401,3 juta kilometer.

    Sebelumnya, menurut catatan LAPAN, pada 27 Agustus 2003 lalu oposisi Mars mencapai jarak 55,8 juta kilometer dari Bumi. Peristiwa tersebut tergolong langka, dan baru akan terjadi kembali tahun 2287.

    "Hari ini, 31 Juli 2018, tidak semua kondisi sepenuhnya terpenuhi sehingga jarak Mars-Bumi saat ini 57,6 juta kilometer. Meski bukan menjadi jarak terdekatnya, oposisi Mars 2018 tetap istimewa," kata Rhorom.

    Dengan jarak tersebut, Mars bisa dilihat dengan mata telanjang. Dengan menggunakan teleskop, kata Rhorom, kita bisa memperbesar kenampakan Mars. Rhorom juga memiliki gambar yang diambil oleh astronom di Observatorium Bosscha Institut Teknologi Bandung dengan menggunakan teleskop berdiameter 36 sentimeter.

    "Dengan mata telanjang, kita bisa lihat titik terang berwarna kemerahan di atas kepala saat tengah malam yang cerah. Bila kita gunakan teropong, Mars akan tampak sebagai lingkaran kecil berwarna merah," tambah Rhorom. "Mars bisa diamati antara pukul 19.05 waktu lokal".

    Simak artikel lainnya tentang Mars di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kampanye Imunisasi MR Fase 2 Luar Jawa Masih di Bawah Target

    Pelaksanaan kampanye imunisasi MR fase 2 menargetkan hampir 32 juta anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di 28 provinsi di luar Pulau Jawa. Hingga 10 Sep