Selasa, 14 Agustus 2018

Jadi Nomor 2 Global dan Kalahkah Apple, Ini Rahasia Sukses Huawei

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deputy Country Director of Huawei Indonesia Consumer Business Group Lo Khing Seng setelah acara exclusive business interview di Meeting Room Huawei, Gedung BRI II, pada Jumat, 3 Juli 2018. TEMPO/Khory

    Deputy Country Director of Huawei Indonesia Consumer Business Group Lo Khing Seng setelah acara exclusive business interview di Meeting Room Huawei, Gedung BRI II, pada Jumat, 3 Juli 2018. TEMPO/Khory

    TEMPO.CO, Jakarta - Menurut laporan terbaru dari beberapa firma riset pasar, Huawei telah menduduki peringkat dua global dalam hal jumlah perangkat yang dikirim per 30 Juni 2018. Beberapa perusahaan riset tersebut ialah International Data Corporation (IDC), Counterpoint Research, IHS Markit, dan Canalys. Menariknya, dalam kategori tersebut, Huawei berada di atas Apple.

    Baca juga: Huawei Target Jual 200 Juta Smartphone pada 2018

    Deputy Country Director of Huawei Indonesia Consumer Business Group Lo Khing Seng menjelaskan bahwa rahasia keberhasilan Huawei adalah konsistensinya dan investasi yang besar di dalam riset dan pengembangan.

    "Kami adalah perusahaan dengan obsesi tinggi terhadap research and development (R&D). Kami tidak berinovasi untuk menghasilkan temuan yang eksotis, tapi inovasi yang kami ciptakan memfokuskan pada kebutuhan pengguna, sinergi software dan hardware, dan menciptakan value bagi konsumen," ujar Khing Seng dalam exclusive business interview di Meeting Room Huawei, Gedung BRI II, pada Jum'at, 3 Juli 2018.

    Baca juga: Baru Rilis 2 Bulan, Huawei Honor 10 Sudah Ludes 3 Juta Unit

    IDC, pada kuartal ke-2 2018, mencatat Huawei mengirim sekitar 54,2 juta set gawai, yang mencatat pertumbuhan 40,9 persen tahun ini. Adapun Apple tergeser ke posisi ketiga dengan mengirim sekitar 41,3 juta unit dengan kenaikan 0,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

    Lebih dari 10 persen revenue Huawei diinvestasikan pada R&D setiap tahun. Menurut laporan tahunan 2017, ada sekitar 80 ribu staf yang bekerja di R&D, mencapai 45 persen dari total seluruh karyawan. Menurut laporan 2017 EU Industrial R&D Investment Scoreboard dari Komisi Eropa, terkait investasi di R&D, Huawei duduk di ranking 6 di antara seluruh raksasa teknologi dunia pada 2017.

    "Selama tahun-tahun ini, kami telah membangun berbagai saluran untuk mendengar suara pengguna Huawei, supaya bisa meningkatkan layanan dan menciptakan inovasi yang menghasilkan pengalaman yang lebih baik," kata Khing Seng.

    Baca juga: Huawei Menerima Paten Smartwatch Game dari WIPO

    Khing Seng juga menjelaskan bahwa strategi ini telah mengangkat Huawei, dari perusahaan lokal menjadi perusahaan global dan sekarang merebut posisi kedua di pasar smartphone global. Hasil ini, kata dia, juga membuktikan lebih banyak konsumen yang memilih dan mempercayai kami.

    Huawei membangun fasilitas untuk keahlian khusus, seperti pusat algoritma di Moskow, pusat desain UX di San Francisco dan pusat desain di London, pusat estetika di Paris, dan pusat pengembangan teknologi 5G di Jerman. Orang-orang terbaik di dunia, Khing Seng berujar, direkrut untuk memperkuat lini riset dan pengembangan.

    "Saya melihat dengan posisi nomor dua, artinya tingkat kepercayaan kepada Huawei meningkat. Dan karena ada satu model yang menonjol yaitu P20 Pro dengan inovasi yang banyak sepertu AI, desain dan kamera. Bahkan mendapat the best kamera terbaik di 2018," tambah Khing Seng. "Huawei memang dari 10 tahun yg lalu sudah menyiapkan semuanya, sudah lebih dari US$ 900 Trilyun investasinya."

    Baca juga: Menantang Samsung, Huawei Kembangkan Smartphone Layar Lipat

    Simak artikel menarik lainnya dari Huawei hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia Polii dan Apriani Rahayu Ingin Sejarah Baru di 2018

    Setelah Nitya Krishinda cedera, pasangan atlet bulu tangkis ganda putri Greysia Polii dan Apriani Rahayu menjadi unggulan di Asian Games 2018 nanti.