Senin, 20 Agustus 2018

Hari Keantariksaan, Lapan Ajak Publik Nikmati Langit Berbintang

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemenang ketiga kategori alam dalam World Press Photo Awards (WPPA) 2017. Foto ini menggabungkan keindahan fenomena alam langit berbintang dan potret hewan liar. Foto yang diambil dengan remote control ini membutuhkan perencanaan yang sangat akurat, penelitian dan persiapan. Bence Mate/World Press Photo Foundation/REUTERS

    Pemenang ketiga kategori alam dalam World Press Photo Awards (WPPA) 2017. Foto ini menggabungkan keindahan fenomena alam langit berbintang dan potret hewan liar. Foto yang diambil dengan remote control ini membutuhkan perencanaan yang sangat akurat, penelitian dan persiapan. Bence Mate/World Press Photo Foundation/REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin mengajak masyarakat untuk merayakan Hari Keantariksaan Nasional pada 6 Agustus 2018 dengan mematikan lampu luar pada pukul 20.00- 21.00 untuk menikmati malam langit gelap berbintang.

    Baca: Senin Malam Ini, Lapan Ajak Nonton Mars dan Bulan di Gedung Sate
    Baca: Awal Pekan Depan, Ada Fenomena Antariksa Menarik: Apa Itu?

    “Langit gelap berbintang adalah harta yang tak ternilai karena menjadi penenang dan inspirasi," ujar Thomas kepada Tempo, Ahad, 5 Agustus 2018.

    Dengan mematikan lampu luar pada Hari Keantariksaan, akan terlihat keindahan langit malam. Penampakan piringan galaksi Bimasakti adalah salah satu penanda bahwa langit malam masih bebas dari polusi cahaya.

    “Skala Bortlw (1-9) merupakan salah satu ukuran kualitas langit gelap bertabur bintang. Skala 1 untuk langit terbaik yang menyajikan keindahan bagi setiap insan di bawahnya.”

    Skala 1, kata Thomas, dengan situs langit gelap terbaik berada di Timau, NTT, dengan terang langit 22 mag/arcsec2. Skala 2 yakni situs langit gelap. “Skala 3 berada di daerah pedesaan," ujarnya.

    Ia menjelaskan untuk skala 4 di wilayah batas kota termasuk di daerah Garut. Skala 5 di area pinggiran kota. ”Daerah Indonesia yang masuk skala 5 yakni Sumedang dengan terang langit 20 mag/arcsec2, Agam dengan terang langit 19 mag/arcsec2, Biak dengan terang langit 19 mag/arcsec2.”

    Menurut Thomas, skala 6 termasuk daerah pinggiran kota terang. Skala 7 itu menuju pinggiran kota. “Wilayah Pontianak masuk di Skala 7 dengan terang langit 18 mag/arcsec2,” ungkap dia.

    Selanjutnya, skala 8 dan 9 itu masuk wilayah tengah kota. “Daerah Indonesia yang masuk yakni Pasuruan dengan terang langit 17 mag/arcsec2 dan Bandung dengan terang langit 17 mag/arcsec2,” ujarnya.

    Simak artikel lainnya tentang Lapan di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Twice Konser Di Jakarta

    Twice akan mengunjungi Jakarta pada 25 Agustus 2018. Konser ini adalah pertunjukan pertama mereka di Indonesia. Berikut fakta-fakta tentang mereka.