Senin, 10 Desember 2018

Apple Bantah iPhone Bisa Rekam Pembicaraan Pribadi

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Casing iPhone SE 2. Kredit: GSM Arena

    Casing iPhone SE 2. Kredit: GSM Arena

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengguna teknologi telah lama mempertanyaakan apakah iPhone merekam pembicaraan pribadi. Laman Fox News, 8 Agustus 2018, melaporkan bahwa Apple telah memberikan konfirmasi melalui surat.

    Baca juga: Huawei Kalahkan Apple Sebagai Vendor Smartphone Terbesar Kedua

    Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada anggota parlemen federal Amerika, raksasa teknologi itu bersikeras bahwa iPhone tidak mendengarkan apa yang dikatakan pengguna. Dan pengembang aplikasi pihak ketiga tidak memiliki akses ke data audio.

    "iPhone tidak mendengarkan konsumen kecuali mengenali pemicu audio yang jelas dan tidak ambigu," ujar Apple's director of Federal Government Affairs Timothy Powderly, tertulis dalam surat itu.

    Baca juga: Pusat Layanan Apple iBox Dibuka di Menteng

    Apple mengeluarkan tanggapan atas pertanyaan dari Komite Energi dan Perdagangan Amerika melalui surat pada Juli lalu kepada CEO Apple Tim Cook dan CEO Google Larry Page. Isi surat tersebut meminta rincian tentang data ponsel cerdas yang digunakan yang diduga merekam percakapan.

    "Pelanggan bukan produk kami. Model bisnis kami tidak bergantung pada pengumpulan sejumlah besar informasi identitas pribadi," tambah Powderly. "Kami tidak melakukan itu untuk memperkaya profil yang ditargetkan pasar ke pengiklan."

    Laman Fox News menyatakan, anggota parlemen menyuarakan kekhawatiran bahwa smartphone, dalam beberapa kasus, dapat mengumpulkan data dari percakapan terdekat, bahkan jika pengguna tidak sengaja membangun asisten suara dengan "Hey Siri" atau "OK, Google."

    Baca juga: Bocoran Case iPhone Baru Muncul, Pakai Layar 6,1 Inci

    Surat-surat itu meminta informasi tentang bagaimana iPhone dan perangkat Android mengumpulkan data audio dan lokasi. Mereka juga mencari informasi tentang batasan apa pun yang Apple dan Google tempatkan pada pengembang dalam mengumpulkan data dari perangkat pengguna. "Kami percaya privasi adalah hak asasi manusia yang fundamental. Kami merancang produk dan layanan untuk meminimalkan pengumpulan data pelanggan kami," kata Powderly.

    Baca juga: iPhone Menjadi Lambang Kemakmuran di Amerika Serikat

    Simak artikel menarik lainnya tentang iPhone hanya di kanal Tekno Tempo.co.

    FOX NEWS | AMB


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Berupaya Mencegah Sampah Plastik Hanyut ke Laut

    Pada 2010, Indonesia menjadi negara penyumbang sampah plastik nomor dua di dunia. Ada 1,29 juta ton sampah plastik hanyut ke laut.