Merapi Memasuki Fase Erupsi Magmatik, BPBD Waspada

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepulan asap putih atau sulfatara terlihat dari puncak Gunung Merapi di Tlogolele, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, 2 Juni 2018. ANTARA

    Kepulan asap putih atau sulfatara terlihat dari puncak Gunung Merapi di Tlogolele, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, 2 Juni 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Sleman - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, meningkatkan kewaspadaan setelah Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi Yogyakarta mengeluarkan rekomendasi Gunung Merapi memasuki fase erupsi magmatik pada Sabtu sore, 18 Agustus 2018.

    Baca: Pakar ITB Sebut Kondisi Gunung Merapi Seperti Perempuan Hamil Tua

    "Atas rekomendasi aktivitas Gunung Merapi dari BPPTKG tersebut, BPBD Sleman langsung meningkatkan kewaspadaan mulai malam ini," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman Makwan di Sleman, Sabtu malam.

    Menurut dia, BPBD Sleman juga akan terus memantau setiap perkembangan aktivitas Gunung Merapi. "Namun BPBD Sleman tetap proporsional menyikapi perkembangan Merapi, tetapi tidak menyepelekan," katanya.

    BPPTKG Yogyakarta melalui siaran pers yang dirilis Sabtu 18 Agustus 2018 sore pukul 17.00 WIB meyebutkan saat ini Gunung Merapi di perbatasan Kabupaten Sleman dan Jawa Tengah telah memasuki fase erupsi magmatik.

    "Pasca rangkaian letusan freatik 11 Mei-1 Juni 2018, aktivitas vulkanik Gunung Merapi terutama kegempaan berfluktuasi dalam kisaran di atas kondisi normal," kata Kepala BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida dalam siaran persnya.

    Pada 18 Juli 2018 terjadi peningkatan kegempaan berupa delapan kali gempa VTB, 18 kali gempa MP, dan satu kali gempa LF. Pada 29 Juli 2018 terjadi peningkatan kegempaan berupa 16 kali VTB, 34 kali MP, 11 kali RF, dan dua kali LF. Kemudian pada 1 Agustus 2018 terjadi guguran dengan skala sedang terdengar dari Pos Babadan, Magelang, Jawa Tengah.

    Pada 11 Agustus 2018 pukul 08:00 WIB terjadi gempa hembusan besar. Gemuruh terdengar oleh warga Deles, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. "Pada 12 Agustus 2018 foto yang diperoleh dari survei drone menunjukkan adanya material baru yang muncul di tengah rekahan kubah lava pasca 2010," katanya.

    Ia mengatakan, pada 18 Agustus 2018 dilakukan pengecekan langsung ke puncak Gunung Merapi dan dipastikan bahwa terdapat kubah lava baru dengan dimensi panjang sekitar 55 dan lebar sekitar 25 meter tinggi sekitar lima meter dari permukaan kubah 2010.

    "Kubah lava diperkirakan muncul sekitar 11 Agustus 2018 diawali dengan kejadian gempa hembusan besar," katanya.

    Hanik mengatakan, kesimpulan dari kronologi tersebut yakni munculnya kubah lava menandai fase erupsi magmatik Gunung Merapi dimulai dengan erupsi cenderung bersifat efusif. "Tingkat aktivitas masih ditetapkan Waspada 3. Radius tiga km dari puncak Gunung Merapi tidak diperkenankan untuk aktivitas penduduk," katanya.

    Ia mengatakan, penduduk yang berada di Kawasan Rawan Bencana III untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.

    Simak artikel lain tentang Gunung Merapi di kanal Tekno Tempo.co.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.