Startup DycodeX Wakili Indonesia di Ajang Demo Day Asia Google

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • DycodeX. Kredit: YouTube/DycodeX

    DycodeX. Kredit: YouTube/DycodeX

    TEMPO.CO, Jakarta - Startup asal Indonesia, DycodeX, menjadi salah satu dari 10 finalis yang akan menuju babak final ajang Demo Day Asia di Shanghai pada September mendatang. Sebelumnya, Google telah membuka pendaftaran proposal pada Mei 2018 lalu.

    Baca: Samsung Gandeng Bekraf dan UGM Gelar Startup Acceleration
    Baca: Bikin Go Startup Indonesia, Ini Tujuan Bekraf

     
    Demo Day Asia merupakan gelaran pertama di Asia dan akan menjadi kesempatan untuk seluruh startup di wilayah Asia untuk dapat memamerkan ide-ide mereka.
     
    Google percaya bahwa startup  di Asia Pasifik kini tengah membangun produk dan layanan bagi masa depan. Gelaran Demo Day Asia oleh Google merupakan wujud komitmen Google untuk mendukung perusahaan startup di Asia Pasifik.
     
    Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Tempo, 20 Agustus 2018, DycodeX berhasil menjadi finalis dari Indonesia dengan mengusung solusi Internet of Things (IoT) untuk industri peternakan.
     
    Selain DycodeX, terdapat sembilan startup lainnya yang berasal dari Asia. Para startup tersebut akan mempresentasikan idenya kepada panelis dan pemimpin dari Google for Entrepreneurs Sequoia Capital Cina dan Venturra Capital pada 20 September di Shanghai.
     
    Kemudian, startup yang berhasil memikat hati para juri akan berkesempatan untuk memperoleh pendanaan dari investor dan ada juga kredit Google Cloud Platform sampai sebesar US$ 100 ribu.
     
    Melalui kegiatan itu, Google berharap startup tersebut dapat menjadi inspirasi bagi pendiri startup lainnya serta terus mengembangkan kehidupan sekitar melalui produk yang inovatif.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Ini Tanda-Tanda Anda Terjangkit Cacar Monyet

    Cacar monyet atau monkey pox merupakan penyakit yang berasal dari sisi Barat Afrika. Penyakit ini menular melalui monyet, tikus Gambia, dan tupai.