5 Windu BPPT, Ini Pesan BJ Habibie

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peluncuran Buku Lima Windu BPPT Membangun Negeri, pada ulang tahun BPPT yang ke 40. Dihadiri oleh ketua BPPT pertama BJ Habibie. Kamis, 23 Agustus, 2018. TEMPO/M. Isa

    Peluncuran Buku Lima Windu BPPT Membangun Negeri, pada ulang tahun BPPT yang ke 40. Dihadiri oleh ketua BPPT pertama BJ Habibie. Kamis, 23 Agustus, 2018. TEMPO/M. Isa

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Indonesia ke-3, BJ Habibie, menghadiri perayaan ulang tahun Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang ke-40. Artinya, sudah lima windu BPPT turut berkarya membangun negeri.

    Baca juga: BJ Habibie: Cucu Intelektual Saya Ada Jutaan

    "Penguasaan teknologi sangat penting untuk kedaulatan Indonesia," ujar Habibie, yang juga pendiri BPPT, dalam sambutannya, Kamis, 23 Agustus 2018.

    Dalam perayaan ini, BPPT juga menerbitkan buku berjudul "Lima Lima Windu Membangun Negeri: Gelombang Transformasi Teknologi Nasional". Buku tersebut berisi cerita perjalanan BPPT sejak berdirinya pada 1978, hingga sekarang.

    Baca juga: BJ Habibie Bilang Ingin Ketemu Jokowi, Mau Bahas Apa?

    Buku tersebut juga bercerita bagaimana BPPT menjadi sentral dalam pembangunan nasional, serta perjuangan mereka saat mengalami krisis ekonomi pada 1997-1998. Buku tersebut juga mengulas tantangan baru BPPT setelah gelombang reformasi 1998 hingga sekarang.

    Hari ini, tepat saat ulang tahun BPPT ke 40 buku tersebut dibedah di Auditorium Gedung II BPPT. Selain Habibie, acara bedah buku juga dihadiri Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa menghadiri bedah buku ini.

    Baca juga: Tak Percaya Bumi Datar dan Alien, BJ Habibie Pernah Bilang Ini

    Simak kabar terbaru dari BJ Habibie dan BPPT hanya di kanal Tekno Tempo.co.

    M. ISA | AMB


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.