Kebakaran di Kawasan Gunung Bromo Capai 65 Hektare

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Masyarakat suku Tengger berdoa setelah melarung sesajen ke kawah Gunung Bromo pada upacara Yadnya Kasada, Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu, 30 Juni 2018. ANTARA

    Masyarakat suku Tengger berdoa setelah melarung sesajen ke kawah Gunung Bromo pada upacara Yadnya Kasada, Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu, 30 Juni 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Malang - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menyatakan ada sebanyak 263 titik api membakar kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, sejak Sabtu, 1 September 2018, hingga Senin, 3 September 2018, namun saat ini kondisinya sudah mulai bisa diatasi.

    Baca: Kenali Musim Terbaik Mengunjungi Gunung Bromo-Semeru

    Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) John Kenedie, Senin di Malang mengatakan bahwa banyaknya titik api tersebut menyebar dalam waktu yang sangat singkat. Berdasarkan laporan terakhir, dari total sebanyak 263 titik api tersebut, saat ini tinggal tiga titik api yang harus dikendalikan.

    "Titik api mencapai 263 titik. Kemudian berkurang menjadi 18 titik, kemudian delapan titik, dan sekarang tinggal tiga titik lagi. Pemadaman juga dibantu dengan dinginnya cuaca, sehingga membeku," kata John, dalam jumpa pers.

    John mengatakan, pihaknya akan berupaya untuk segera memadamkan tiga titik api tersisa. Diharapkan, kebakaran tersebut bisa tertangani dengan segera. Luasan lahan yang terbakar mencapai 65 hektare, di mana kebakaran paling luas terjadi di area sabana yang mencapai 30 hektare.

    Menurut John, pihaknya tidak bisa memastikan apakah kebakaran tersebut akibat kesengajaan atau tidak. Pihaknya menyerahkan penyelidikan sepenuhnya kepada Kepolisian Resor Kota Malang.

    Pengawasan akan ditingkatkan supaya kejadian serupa tidak terjadi lagi. "Kejadiannya pasti malam hari, mungkin karena kedinginan, membuat perapian. Titik awal api bukan berasal dari lokasi yang biasa dikunjungi wisatawan," kata John.

    Daerah wisata Gunung Bromo yang memiliki ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut melalui Malang ditutup sementara sejak Sabtu, 1 September 2018, akibat kebakaran yang melanda hutan dan padang sabana di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

    Tiga jalur yang dilalui untuk menuju Gunung Bromo yakni di Kabupaten Probolinggo melalui Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura. Kemudian dari arah Pasuruan bisa melalui Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, dan kini yang ditutup sementara dari arah Lumajang dan Malang melalui Blok Jemplang.

    Sebanyak 320 personel gabungan diturunkan untuk melakukan pemadaman kebakaran hutan dan savana Gunung Bromo dari petugas TNBTS, Polri, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Perhutani, dan jasa wisata yang berada di sekitar lokasi kebakaran.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.