Selasa, 25 September 2018

4 Alasan Mi TV 4A Tetap Berkelas Meski Murah Meriah

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • MI TV 4A 32 meluncur di pasar Indonesia, Selasa, 4 September 2018. TEMPO/Amri Mahbub

    MI TV 4A 32 meluncur di pasar Indonesia, Selasa, 4 September 2018. TEMPO/Amri Mahbub

    TEMPO.CO, Jakarta - Xiaomi baru saja meluncurkan Mi TV 4A 32 inci untuk pasar Indonesia. Smart TV ini hanya Rp 1,999 juta. Ya, harga tersebut bisa dibilang sangat terjangkau, mengingat spesifikasi yang seabrek. Ini adalah produk smart TV pertama dari Xiaomi di pasar Tanah Air.

    Baca juga: Mi TV 4A 32 Rilis di Indonesia, Simak Kehebatannya

    Mari kita simak apa saja yang bikin Mi TV 4A menarik:

    1. Desain Ramping dengan 700 Ribu Konten

    Mi TV 4A 32 inci. www.mi.co.id

    Televisi ini ,engusung desain ramping bezel tipis 12,7 milimeter dengan besaran layar 32 inci HD 1366x768. Televisi ini memiliki sistem operasi khusus besutan Xiaomi, yakni PatchWall OS.

    Vice President of Overseas Business Mi TV, Janet Zeng, mengatakan, televisi ini lahir atas dasar riset pasar orang Indonesia. "Konten tv yang kurang berkualitas dan membosankan. Selain itu, harga smart TV yang ada di Indonesia juga kurang terjangkau. Karena itulah kami hadirkan Mi TV 4A ke Indonesia," ujar dia dalam peluncuran di Raffless Hotel, Jakarta Selatan, Selasa, 4 September 2018.

    Baca juga: Rilis di Indonesia, Harga Mi TV 4A Cuma Rp 1,999 Juta

    Zeng menjelaskan, untuk menyediakan konten berkualitas, Xiaomi bekerja sama dengan berbagai vendor penyedia konten. Di antaranya, yaitu HOOQ, iFlix, Catchplay, dan Spotify. Total semua konten yang disematkan dalam televisi ini mencapai 700 ribu jam. "Itu sama dengan waktu sejak Anda lahir hingga 70 tahun," ujar Zeng.

    Baca juga: Xiaomi Redmi 6 dan Redmi 6A Resmi Rilis di Indonesia

    Selanjutnya: Prosesor tangguh...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Karen Agustiawan Ditahan Karena Akuisisi Pertamina di Blok BMG

    Kejaksaan Agung menahan mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan terkait kasus dugaan korupsi investigasi Pertamina berupa akuisisi aset BMG.