Selasa, 23 Oktober 2018

WHO Rilis Laporan Kesehatan Tiap Negara, Bagaimana Indonesia?

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi olahraga treadmill (pixabay.com)

    ilustrasi olahraga treadmill (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melansir laporan tentang tingkat aktivitas fisik dari berbagai negara. Laporan yang terbit dalam jurnal The Lancet edisi 4 September 2018 itu mengungkap 20 negara teratas yang warga negaranya malas beraktivitas fisik.

    Baca juga: WHO Ingatkan Wabah Kolera pada Musim Haji di Arab Saudi

    Dalam laporan berjudul "Worldwide trends in insufficient physical activity from 2001 to 2016: a pooled analysis of 358 population-based surveys with 1.9 millions participants" menyebut Kuwait sebagai negara dengan tingkat aktivitas terendah. Sebanyak 67 persen penduduknya gagal mencapai target yang direkomendasikan WHO.

    20 Negara Termalas (% gagal capai target)

    1. Kuwait, 67%
    2. Samoa Amerika, 53.4%
    3. Saudi Arabia, 53%
    4. Irak, 52%
    5. Brasil, 47%
    6. Kosta Rika, 46.1%
    7. Cyprus, 44.4%
    8. Suriname, 44.4%
    9. Kolombia, 44%
    10. Marshall Islands, 43.5%
    11. Portugal, 43.4%
    12. Bahamas, 43.3%
    13. Barbados, 42.9%
    14. Selandia Baru, 42.4%
    15. Jerman, 42.2%
    16. Nauru, 42.1%
    17. Malta, 41.7%
    18. Argentina, 41.6%
    19. Italia, 41.4%
    20. UAE, 41.4%

    Baca juga: Diah Saminarsih, Misi Membawa Isu Kesehatan Indonesia ke WHO

    Temuan ini mengungkap wanita tampak lebih malas daripada pria, dengan 40 persen wanita dan 32 persen pria gagal mencapai target aktivitas fisik. WHO mendesak orang-orang untuk melakukan olahraga ringan selama 150 menit setiap minggu, seperti bersepeda atau jalan cepat, atau 75 menit olahraga berat, seperti berlari.

    Laporan WHO, yang diterbitkan dalam jurnal medis Lancet ini mengungkap rata-rata global dari aktivitas yang tidak mencukupi adalah 27 persen. Lebih dari setengah orang dewasa tidak mengambil bagian dalam olahraga yang cukup di Samoa Amerika (53,4 persen), Arab Saudi (53 persen) dan Irak (52 persen). Secara global, 32 persen wanita dan 23 persen pria gagal mencapai target aktivitas.

    Para ahli percaya wanita di seluruh dunia cenderung lebih tidak aktif daripada pria karena mereka berpartisipasi dalam lebih sedikit kegiatan olahraga dan rekreasi - dan ketika mereka melakukan latihan mereka melakukannya dengan intensitas yang lebih rendah. Para ahli khawatir bahwa krisis yang berkembang dalam gaya hidup yang tidak aktif membuat jutaan orang berisiko terkena kanker, diabetes dan penyakit jantung.

    Baca juga: WHO Sebut Anak Kecanduan Game Masuk Kategori Gangguan Mental

    Bagaimana dengan Indonesia? Laporan yang sama menyebutkan bahwa Indonesia, pada 2014, termasuk lima negara terbanyak penderita diabetes dengan angka 11,7 juta penderita atau 2,8 persen penduduk dunia. Indonesia bersama empat negara lainnya, yakni Cina (102,9 juta/24,4 persen), India, 64,5 juta/15,3 persen), Amerika Serikat, (22,4 juta/5,3 persen), dan Brasil (11,7 juta/2,8 persen).

    Menurut laporan tersebut, negara dengan pendapatan rendah-menengah, termasuk Indonesia, Pakista (peringkat 6), Mesir (peringkat 9), Meksiko (peringkat 10), menggantikan posisi negara-negara Eropa yang sebelumnya masuk dalam 10 besar di kategori tersebut. Di antaranya, yaitu, Jerman, Ukraina, Italia, dan Inggris

    Baca juga: WHO Rilis Daftar Negara Termalas di Dunia, Ini 20 Teratas

    Simak artikel lainnya tentang WHO di kanal Tekno Tempo.co.

    DAILY MAIL | WHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.