Jumat, 16 November 2018

Benarkah Mie Instant Mengandung Zat Penyebab Kanker?

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • mie instant. TEMPO/Aditia Noviansyah

    mie instant. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Belakangan ini beredar pesan broadcast di berbagai grup WhatsApp soal mie instan yang membawa zat penyebab kanker. Pesan tersebut mengutip riset Korea Food and Administration (KFDA) yang menyebut menemukan zat penyebab kanker, benzopirene, dalam mie instan yang dibuat oleh merek Korea.'

    Baca juga: Viral, Mie Instan Membawa Zat Penyebab Kanker, Ini Kata BPOM

    Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Tetty H. Sihombing menanggapi pesan viral beredar melalui media sosial tentang mie instan di Indonesia mengandung zat penyebab kanker, benzopirene.

    "Kami tidak menemukan data bahwa kandungan zat dalam mie instan tersebut dapat dikaitkan langsung dengan penyebab kanker," ujar Tetty saat dihubungi melalui pesan singkat, Sabtu, 8 September 2018. "Yang diisukan berbahaya juga ada monosodium glutamat (MSG), methyl p-hydroxbenzoate dan asam benzoat."

    Baca juga: Ini Dua Museum Mi yang Asyik Disinggahi di Yokohama

    MSG merupakan penguat rasa yang memiliki Acceptable Daily Intake (ADI) not specified. Artinya, bila dikonsumsi setiap hari dalam jumlah wajar tidak menimbulkan bahaya dalam bagi kesehatan. Sedangkan methyl p-hydroxbenzoate atau metil paraben pengawet yang diizinkan dalam produk pangan dengan jumlah tertentu.

    "Namun ada beberapa data yang menunjukkan bahwa beberapa orang tertentu sensitif terhadap MSG. Sampai saat ini belum ada bukti ilmuah yang sahih bahwa MSG dan metil paraben dapat merusak usus, liver atau sakit maag," kata Tetty.

    Metil paraben, kata dia, juga digunakan untuk mengawetkan kecap yang merupakan bumbu pelengkap dari mi instan varian tertentu. Ada beberapa negara lain yang mengguakan metil paraben itu seperti Taiwan, yang tidak mengatur penggunaannya pada mi instan.

    Baca juga: Sayangi Jantung, Kurangi Konsumsi Mi Instan

    "Terkait pesan tersebut, diharapkan masyarakat tidak resah dan meragukan keamanan mi instan yang beredar di Indonesia. Dan konsumsilah dengan bijak," tambah Tetty. Pesan tersebut beredar melalui aplikasi perpesanan seperti WhatsApp dan media sosial Facebook, Twitter dan lainnya.

    Baca juga: Steffi Zamora Syok Lihat Harga Mi Instan Indonesia di Amerika

    Simak artikel menarik lainnya tentang mie instant dan soal kanker hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kalender Lengkap Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2019

    Pemerintah telah merilis jadwal soal hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2019. Sudah siap merancang kegiatan untuk mengisi libur?