Senin, 24 September 2018

3 Teknologi Ericsson untuk Pengembangan 5G di Indonesia

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 19-itempo-5G

    19-itempo-5G

    TEMPO.CO, Jakarta - Ericsson menambahkan produk baru untuk memantapkan langkahnya dalam implementasi jaringan 5G di Indonesia. Tujuannya, meningkatkan kecepatan jaringan 5G.

    Baca juga: Ini 3 Kota Pengguna 5G Pertama di Dunia

    "Pada dasarnya, melalui inovasi 5G terdepan Ericsson, kami mampu memberikan beragam solusi terkait jaringan seluler operator telekomunikasi di Indonesia. Dan memungkinkan mereka untuk melakukan implementasi 5G lebih cepat dan memberikan pengalaman 5G yang lebih unggul bagi konsumen Indonesia," ujar Presiden Direktur Ericsson Indonesia Jerry Soper, dalam keterangan tertulis, Kamis, 13 September 2018.

    Berikut produk baru berupa perangkat keras dan lunak dari Ericsson untuk jaringan 5G:

    Baca juga: Foto Xiaomi Mi Mix 3 Konfirmasi Dukungan 5G

    1. RAN Compute
    RAN Compute merupakan arsitektur yang memungkinkan penyedia layanan mendistribusikan fungsi RAN secara fleksibel, seperti beamforming dan kontrol radio. Yang diperlukan untuk menyempurnakan kinerja penggunaan, serta mengurangi total biaya kepemilikan.

    Portofolio RAN Compute mencakup semua modul basebands yang ada, sebagai tambahan dari empat produk RAN ​​Compute baru yang menyediakan hingga tiga kali lipat kapasitas modul basebands saat ini. Dua jenis modul Basebands RAN Compute memungkinkan penyedia layanan untuk menyelenggarakan fungsi RAN terpusat, atau di lokasi radio.

    Sedangkan di lain pihak dua RAN Compute Radio Processors yang baru memungkinkan fungsi RAN ditempatkan lebih dekat ke radio untuk meningkatkan mobile broadband, aplikasi latensi ultra-rendah sambil mengurangi penggunaan ruang di lokasi.

    Sesuai dengan Ericsson Mobility Report edisi Juni 2018, pada akhir tahun 2023, trafik data global diproyeksikan akan tumbuh sebesar 40 persen per tahun. Dengan lebih dari 20 persen trafik data seluler di seluruh dunia diperkirakan akan menggunakan jaringan 5G.

    Tentunya dengan trafik data 1,5 kali lebih banyak dari total yang dilayani jaringan 4G/3G/2G saat ini, jaringan seluler harus mengatasi lonjakan trafik untuk memberikan pengalaman yang lebih baik. Video mewakili lebih dari 50 persen volume data di sebagian besar jaringan, memberikan tekanan pada jaringan yang memengaruhi pengalaman pelanggan. Tren trafik data seluler global juga tercermin di Indonesia.

    Baca juga: Indonesia Resmi Gunakan Jaringan 5G pada 2019?

    2. Ericsson Spectrum Sharing
    Ericsson meluncurkan perangkat lunak Ericsson Spectrum Sharing baru, yang meningkatkan manfaat Ericsson Radio System dalam implementasi 5G. Teknologi perangkat lunak ini memberi penyedia layanan (service provider) peluang yang lebih besar untuk mengaktifkan 5G dan mempercepat proses penjangkauan jaringan.

    Ericsson Spectrum Sharing memungkinkan migrasi jaringan yang mulus dan cepat melalui dukungan simultan dan dinamis 4G. Sementara 5G dalam spektrum yang sama menggunakan Ericsson Radio System, saat operator siap untuk melakukan transisi.
    Fungsionalitas ini dapat diimplementasikan melalui instalasi perangkat lunak secara remote pada radio dengan Sistem Radio Ericsson yang telah ada sejak 2015. Kemampuan ini akan memungkinkan penyedia layanan untuk memberikan jangkauan 5G di tingkat nasional dengan strategi migrasi spektrum yang jauh lebih fleksibel.

    Solusi Spectrum Sharing Ericsson akan memungkinkan operator Indonesia untuk memberikan end-user experience yang unggul dengan cara yang paling hemat biaya.

    Baca juga: Stasiun 5G Pertama Cina Berdiri di Shenzhen

    3. Solusi Transport end-to-end untuk 5G
    Untuk meningkatkan portofolio transportasi end-to-end 5G, Ericsson memperluas kemitraannya dengan Juniper Networks. Keluarga produk Router Ericsson 6000 akan dilengkapi dengan solusi terdepan dan terpusat dalam penyediaan konektivitas tanpa batas dari lokasi radio ke pusat. Sehingga menjamin kinerja, kualitas, dan kemudahan penggunaan sistem 5G.

    Produk keamanan Juniper juga akan menjadi bagian dari solusi Ericsson untuk mengamankan jaringan selulernya, sebagai bagian dari pendekatan end-to-end untuk mengamankan jaringan 5G yang sudah ada maupun yang baru. Selain itu, juga melengkapi tawaran transportasi optikalnya untuk metro dengan kemitraan baru dengan ECI, penyedia solusi jaringan elastis global.

    Baca juga: LG Kenalkan Smartphone 5G di Amerika pada Kuartal I 2019

    Simak artikel menarik lainnya tentang jaringan 5G Ericsson hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kampanye Imunisasi MR Fase 2 Luar Jawa Masih di Bawah Target

    Pelaksanaan kampanye imunisasi MR fase 2 menargetkan hampir 32 juta anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di 28 provinsi di luar Pulau Jawa. Hingga 10 Sep