Senin, 24 September 2018

Schneider dan Kemendikbud Dirikan Pusat Kelistrikan di Bandung

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Schneider Electric. rte.ie

    Logo Schneider Electric. rte.ie

    TEMPO.CO, Bandung - Schneider Electric menggandeng Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Pendidikan Prancis meluncurkan Pusat Keunggulan (Center of Excellent–CoE) Listrik, Otomasi, dan Energi Terbarukan. Schneider adalah perusahaan transformasi digital di pengelolaan energi dan otomasi.

    Baca juga: Kemendikbud Beri Penghargaan 117 GTK Berprestasi

    "Schneider Electric bertujuan mendukung pelatihan tenaga profesional untuk mengembangkan keahlian berkelanjutan di seluruh dunia, sekaligus mempercepat pembangunan ekonomi dan sosial negara-negara melalui program Access-to-Energy," Chief Marketing Officer Global Schneider Electric Chris Leong, dalam keterangan tertulis, Kamis, 13 September 2018.

    Program tersebut merupakan aksi tindak lanjut dari Perjanjian Kerjasama antara Kemendikbud, Pendidikan Tinggi dan Riset Perancis, Schneider Electric Foundation Perancis, serta Schneider Indonesia. CoE akan menjadi tempat pelatihan pelatih bagi para guru dan tenaga kependidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

    Baca juga: Kemendikbud: Jangan Khawatir Soal Penyederhanaan Bahasa Daerah

    Dengan program yang dirancang sesuai standar internasional yang menghubungkan akademik dengan kebutuhan dan penerapan di industri. Fokusnya pada bidang manajemen energi, otomatisasi bangunan, otomatisasi industri, instalasi bangunan dan energi terbarukan.

    "Sebagai perusahaan global yang fokus pada pengembangan keahlian ketenagalistrikan, Schneider Electric memiliki target untuk melatih hingga satu juta orang di seluruh dunia pada 2025," tambah Leong. "Kami bangga membawa CoE ke Indonesia dan membuktikan komitmen kami berkelanjutan dalam pengembangan keahlian lokal, terutama di bidang baru di sektor energi."

    CoE terletak di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Mesin dan Teknik Industri (P4TK BMTI) di Cimahi, Bandung, Jawabarat. CoE akan melatih 240 guru dan menargetkan 10.800 siswa SMK siap kerja dalam lima tahun ke depan.

    Baca juga: Kemendikbud Tawarkan 3 Kunci Pendidikan di Hari Anak Nasional

    Menurut Staf Ahli bidang Inovasi dan Daya Saing Kemdikbud, Ananto Kusuma Seta, mewakili Menteri menjelaskan bahwa kemunculan teknologi baru seperti komputasi awan, kecerdasan buatan, teknologi pembelajaran mesin (machine learning), dan sensor pengolahan data meningkatkan kebutuhan akan keterampilan khusus di bidang teknik.

    "Oleh karena itu pengembangan sumber daya manusia dalam pendidikan kejuruan menjadi salah satu prioritas utama bagi Kemdikbud untuk meningkatkan tenaga kerja yang lebih terampil di bidang manajemen energi," tambah Ananto. "Pengembangan CoE ini adalah upaya pemerintah dan swasta yang baik dan kami menghargai inisiatif Pemerintah Perancis dan Schneider Electric untuk mendukung agenda pemerintah."

    Tenaga pelatih akan dipimpin oleh ahli kelistrikan Perancis dengan kurikulum pelatihan yang diintegrasikan ke dalam Standar Kompetensi Nasional Indonesia. Schneider Electric dan Kemdikbud juga akan merevitalisasi fasilitas laboratorium secara bertahap di 184 SMK di seluruh Indonesia hingga 2022.

    Guru dan tenaga kependidikan yang telah dilatih akan kembali ke SMK masing-masing untuk melatih para siswanya dengan peralatan dan kurikulum yang sama dengan yang diperoleh di Pusat Keunggulan. Revolusi industri global akan menciptakan permintaan tenaga ahli kelistrikan yang memiliki kombinasi keterampilan digital dan intuisi bisnis.

    Baca juga: Sekolah Tak Punya Komputer untuk UNBK, Ini Solusi Kemendikbud

    "Melalui kemitraan ini, Perancis dan Schneider Foundation serta Schneider Indonesia berkontribusi terhadap masa depan generasi muda, dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Kami senang dapat memperkuat kemitraan dengan Indonesia melalui pengembangan kompetensi guru dan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dari sistem pendidikan kejuruan terbaik di Perancis," tambah Duta Besar Perancis untuk Indonesia Jean-Charles Berthonnet.

    Pengembangan CoE bidang Listrik, Otomasi dan Energi Terbarukan ini merupakan bagian dari Program Access-to-Energy yang dikelola oleh Schneider Electric Foundation sejak 2009. Program Access-to-Energy bertujuan untuk memastikan akses energi yang aman dan andal di negara berkembang melalui tiga pilar, yakni penawaran dan model bisnis, Investasi dan Pelatihan, serta kewirausahaan.

    Baca juga: Ada Kecurangan dalam PPDB, Kemendikbud Turunkan Tim Audit

    Simak kabar terbaru dari Kemendikbud hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kampanye Imunisasi MR Fase 2 Luar Jawa Masih di Bawah Target

    Pelaksanaan kampanye imunisasi MR fase 2 menargetkan hampir 32 juta anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di 28 provinsi di luar Pulau Jawa. Hingga 10 Sep