Selasa, 23 Oktober 2018

MSI: Masa Depan Bisnis eSport Bisa Mencapai USD 125 Miliar

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Indonesia eSports Stadium, Gedung Amanyaak Lantai 5, Jalan Pluit Selatan 1. Kredit: MD Media

    Indonesia eSports Stadium, Gedung Amanyaak Lantai 5, Jalan Pluit Selatan 1. Kredit: MD Media

    TEMPO.CO, Jakarta - Laporan terbaru menyebutkan industri kompetisi eSports diperkirakan akan menjadi salah satu olahraga masa depan yang dapat menghasilkan hingga US$ 125 miliar pada 2020. Salah satu faktor utama pendongkrak pasar gaming adalah meningkatnya popularitas eSports, yang menciptakan pengalaman dan lingkungan bermain layaknya olahraga di dunia nyata.

    Baca juga: Ingin Jadi Atlet eSport? Simak Tips Ini

    Laporan dari lembaga Newzoo tersebut berjudul '2018 Global Esports Market Report' tersebut juga menyebutkan pertumbuhan industri global hingga akhir tahun 2018 akan mencapai angka US$ 905,6 juta atau setara dengan Rp 12,3 triliun.

    "Peluang bisnis ini secara tidak langsung akan meningkatkan pangsa pasar MSI. Dan semakin diminati oleh konsumen muda di Indonesia untuk bermain eSports," ujar Marketing Channel Department MSI Trisha Chuang, dalam keterangan tertulis, Kamis, 13 September 2018.

    Berdasarkan Industry Trends and Updates 2017-2023 yang dipublukasikan Market Research, pasar gaming secara global mencapai angka US$ 2,44 miliar pada tahun 2017 dan diperkirakan akan tumbuh menjadi US$ 4,30 miliar pada 2023.

    Baca juga: Komite Olimpiade Larang Game Kekerasan Masuk Cabang eSport

    "Pertumbuhan pasar gaming juga menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya pasar gaming peripheral. Saat ini MSI menguasai 20 persen pasar gaming laptop di Indonesia dan targetnya meningkat dua kali lipat pada akhir tahun 2018," kata Chuang.

    Kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia, diperkirakan mengalami pertumbuhan penjualan gaming dan aksesorisnya berupa controllers, keyboards, dan gaming mice lebih cepat dibanding kawasan lain. Saat ini, eSports telah menjelma menjadi event hiburan olahraga terpopuler di dunia.

    "Selain memperkuat sisi bisnis, MSI akan terus bersinergi dan mendukung keberadaan tim game eSports professional di Indonesia agar semakin diakui eksistensinya. Sehingga meningkatkan minat generasi muda semakin mengenal eSports," lanjut Trisha. "Bukan sekadar seorang gamer, tapi dapat berprestasi menjadi atlet olahraga elektronik untuk mengharumkan nama bangsa."

    Baca juga: Setelah Asian Games 2018, eSport akan Diusulkan Masuk Olimpiade

    Simak artikel menarik lainnya tentang perkembangan eSport hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.