Selasa, 23 Oktober 2018

Smartphone Huawei dengan Kirin 980 Rilis Oktober, Mate 20?

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perangkat diduga Huawei Mate 20. Kredit: Teknofilo.com

    Perangkat diduga Huawei Mate 20. Kredit: Teknofilo.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kirin 980, prosesor smartphone terbaru dari Huawei, dirilis pertama kali dalam gelaran Internationale Funkausstellung (IFA) di Berlin, Jerman, akhir Agustus lalu. Sedangkan smartphone dengan bertenaga chipset terbaru ini diperkirakan akan meluncur di pasaran pada Oktober mendatang.

    Baca juga: Smartphone Huawei dengan Chipset Kirin 980 Dirilis Oktober 2018

    "Kita belum bisa sebut seri perangkat Huawei yang dipersenjatai Kirin 980. Tapi bocorannya adalah chipset tersebut akan dipasang pada smartphone yang akan dirilis pada Oktober 2018 di London, Inggris," ujar Product Marketing Manager Huawei CGB Indonesia Advent Jose, di Kantor Huawei, Gedung BRI II, Sudirman, Jakarta, Jumat, 21 September 2018.

    Huawei sudah mengkonfirmasi tanggal peluncuran 16 Oktober untuk perangkat Huawei Mate 20. Sebelumnya, laman Techradar melaporkan bahwa Huawei Mate 20 akan dilengkapi dengan prosesor Kirin 980, baterai yang agak besar, serta pengisian nirkabel tercepat dengan charger nirkabel Huawei LZ80 dengan output 20W. Smartphone ini akan menampilkan layar AMOLED 6,3 inci dengan notch (poni), tiga kamera utama, baterai 4,200 mAh, pengisian nirkabel, speaker stereo, dan kaca di kedua sisi.

    Baca juga: Huawei Kenalkan Kirin 980, Chipset Pertama Teknologi 7 Nanometer

    Kirin 980 merupakan chipset pertama di dunia yang diproduksi dengan teknologi proses 7nm. Dengan memadatkan 6,9 miliar transistor ke dalam luas kurang dari 1 cm persegi, Kirin 980 sukses menghasilkan kinerja luar biasa tapi pada saat yang sama hemat daya.

    Chipset ini membuat smartphone lebih bertenaga, kaya fitur, dan lebih cerdas dari sebelumnya. Chipset juga dilengkapi dengan fitur reproduksi warna HDR yang baru, sehingga dapat menyesuaikan foto menurut kawasan dan keseimbangan warna yang lebih baik dan menampilkan detail dalam foto.

    "Kirin 980 mendukung sistem fotografi mobile di smartphone. Dengan memakai Image Signal Processor (ISP) buatan sendiri generasi keempat dan throughput rate, piksel-nya 46 persen lebih tinggi dari generasi sebelumnya," tambah Jose. "Hasilnya Kirin 980 dapat merekam foto yang lebih indah dan jernih, serta mendukung lebih banyak kamera."

    Baca juga: Penampakan Mengejutkan Huawei Mate 20 di IFA 2018 Berlin

    Kirin 980 diklaim menjadi chipset pertama yang mengintegrasikan dual Neural-network Processing Unit (NPU) sekaligus, sebagai otak pembelajaran mesin bagi sebuah smartphone. Jika dipasang satu otak saja kinerja smartphone memiliki kecerdasan maksimal, apalagi dua. Dengan kombinasi dua otak tersebut, kemampuan komputasi Artificial Intelligence (AI) di smartphone bisa meningkat lebih tinggi.

    Semakin banyak aplikasi AI yang didukung dan akan menghasilkan smartphone yang lebih cerdas untuk mendukung kebutuhan penggunanya. "Chipset ini sudah dipersiapkan sejak 2015 sudah melalui riset dan proses-proses lainnya, tahun ini akan diluncurkan dalam sebuah smartphone. Jika dibandingkan dengan chipset yang diproduksi dengan teknologi 10 nanometer, Kirin 970, Kirin 980 mengalami peningkatan performa sebesar 20 persen," kata Jose.

    Chipset juga diklaim pertama di dunia dengan teknologi 7 nanometer, pertama memakai Cortex-A76 Based CPU, pertama pakai Mali-G76 GPU, pertama dual NPU, pertama dengan kecepatan 1.4 Gbps Cat. 21 Modem dan pertama SoC Supporting 2133 MHz LPDDR4X. "Kita tunggu saja bagaimana performa perangkat dengan chipset ini bulan depan," lanjut Jose.

    Baca juga: Huawei Siapkan Chip Kirin 1020 untuk 5G, Kinerja 2 Kali Kirin 970

    Simak artikel lainnya tentang Kirin 980 dan Mate 20 di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.