Begini Cara Bedakan Aplikasi Perbankan yang Palsu dan Asli

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • virus.

    virus.

    TEMPO.CO, Jakarta - Baru-baru ini Google menemukan enam aplikasi palsu yang menyamar sebagai sektor perbankan di Play Store. Google pun langsung menghapusnya.

    Baca juga: Dugaan Eksploitasi Pekerja di Industri Berbasis Aplikasi Australia

    Adalah Lukas Stefanko, security research dari ESET. Selain menyamar sebagai penyedia crytocurrency, menurut Stefanko, ada juga aplikasi yang menyamar sebagai akun resmi bank Swiss, Inggris, Selandia Baru, Australia, dan Polandia. "Pakai nama berbeda tapi dengan gambar yang sama," ujar Stefanko. Bahkan, menurut dia, ada kode yang mirip di aplikasi palsu tersebut. Kode tersebutlah yang memungkinkan penyamaran.

    Stefanko menyarankan pengguna agar lebih berhati-hati ke depannya. Aplikasi yang asli, kata dia, biasanya disematkan juga web resmi milik lembaga bersangkutan. Karena itu, cek tautan tersebut lebih dahulu. "Kalau alamatnya mencurigakan lebih baik tidak diteruskan," ujarnya.

    Baca juga: Futsaloka, Aplikasi untuk Pesan Lapangan Futsal dan Bulu Tangkis

    Stefanko menjelaskan, para pengguna diminta untuk memasukkan informasi login dan data kartu kredit. Kemudian, aplikasi ini mengirimkan formulir data pribadi. Kedua data itulah yang kemudian dijadikan para hacker membobol kartu kredit Anda.

    Beberapa aplikasi palsu perbankan yang mencuri data kartu kredit. (sofpedia.com)

    Anda akan diminta mengisi formulir aspal (asli tapi palsu) saat Anda membuka aplikasi di perangkat. Setelah semuanya terisi, aplikasi kemudian mengirimkan pesan berisi ucapan "terima kasih" atau "selamat". Voila! Data Anda terkirim ke hacker.

    Kalau Anda sudah terlanjur memasangnya, Stefanko menyarankan untuk segera mengganti kata sandi Anda. Kemudian mencek apakah ke bank apakah ada aktivitas mencurigakan. "Tentunya Anda juga harus menghapus aplikasi tersebut," ujarnya.

    Baca juga: Waspada, Banyak Aplikasi Android Palsu

    Simak artikel menarik lainnya tentang aplikasi palsu di Play Store hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.