TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu formasi lowongan calon pegawai negeri sipil (CPNS) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), diaspora, memiliki seleksi khusus. LIPI mengundang langsung calon pegawai yang dipilih.
Baca: LIPI Buka Lowongan CPNS untuk Lulusan S1 Hingga S3
Baca: Seleksi CPNS 2018, LIPI Buka 248 Formasi Berbagai Jabatan
"Lowongan CPNS untuk formasi diaspora itu khusus kita buka karena diaspora merupakan aset bangsa terbaik, memiliki jaringan dan wawasan plus yang harus dioptimalkan di tengah keterbatasan SDM yang ada," ujar Kepala LIPI Laksana Tri Handoko, saat dihubungi melalui pesan singkat, Senin, 24 September 2018.
LIPI membuka formasi untuk 248 orang CPNS, tidak hanya untuk jabatan fungsional peneliti saja, tapi juga untuk jabatan fungsional non-peneliti. Dalam Surat Keputusan Menpan dan Reformasi Birokrasi Nomor 71/2018 tentang Kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara di Lingkungan LIPI Tahun Anggaran 2018, LIPI membuka kesempatan untuk 32 orang S3, 171 orang S2 dan 45 orang S1.
Sementara dalam surat tersebut formasi diaspora hanya 31 orang dengan kualifikasi pendidikan yang berbeda. Lembaga Penelitian dan Pengembangan, kata Handoko, harus diisi dengan SDM terbaik untuk mempercepat peningkatan kualitas, dan meningkatkan critical mass peneliti handal.
"Sehingga diaspora ini merupakan kunci untuk meningkatkan kualitas riset dan keluarannya tanpa harus membuang waktu terlalu lama, selain risiko kegagalan kalau harus mendidik dari nol," tambah Handoko.
Modal dasar riset, Handoko menjelaskan, adalah infrastruktur, yang soft adalah SDM untuk yang terdidik dan terlatih, yang hard-nya adalah peralatan riset yang memadai. Dengan jumlah 108 unit kerja yang ditawarkan, masing-masing unit kerja memiliki kuota tersendiri dan berbeda-beda.
Selain itu, LIPI akan menyaring berdasarkan jenis formasi, seperti Umum, Cumlaude, Putra/putri Papua dan Papua Barat, serta Disabilitas. Adapun jabatan, kualifikasi pendidikan dan jumlah alokasi formasi terlampir jelas.
"Prosedur untuk diaspora dibuat lebih sesuai, yaitu pendaftaran dan ujian cukup dilakukan di lokasi perwakilan RI terdekat, usia maksimal 45 tahun, meski ini sembari menunggu Perpres payungnya dan penyamaan ijazah luar negeri (LN) bisa dilakukan setelah diterima sebagai CPNS," lanjut Handoko.