Jumat, 14 Desember 2018

Riset: Orang Lebih Kecanduan Internet Saat Traveling

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gadget dan aplikasi untuk traveling

    Ilustrasi gadget dan aplikasi untuk traveling

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyedia layanan keamanan cyber, Kaspersky Lab, melakukan riset yang mengungkapkan bahwa perangkat yang terkoneksi Internet merupakan hal yang penting pada saat bepergian. Karena digunakan untuk mengambil gambar, kemudian diunggah ke media sosial.

    Baca juga: Geopolitik dan Dilema Perkembangan Internet

    Hasil penelitian tersebut menyebutkan bahwa terdapat 63 persen orang di seluruh dunia menggunakan smartphone-nya untuk mengambil gambar. Ada 55 persen untuk mencari jalan dari lokasi A ke B dan saat membutuhkan bantuan ada 51 persen.

    Faktanya, mereka sangat bergantung pada perangkat miliknya. Bahkan 39 persen dari responden tidak dapat membayangkan bepergian ke mana pun tanpa gawai. Bayangkan ketika berada di luar negeri, tersesat, dan tidak ada satu pun yang dapat dihubungi untuk diminta bantuan.

    Baca juga: Apa yang Dicari di Internet Selama Liburan? Simak Riset Ini

    "Bayangkan kalau smartphone kita rusak, baterai habis, Internet kacau. Pasti akan menjadi mimpi buruk," tulis tim Kaspersky dalam keterangan tertulis, Rabu, 26 September 2018.

    Penelitian Kaspersky Lab tersebut menunjukkan bahwa orang-orang bergantung pada koneksi Internet saat bepergian. Artinya, ketika perangkat mengalami kegagalan sistem atau kehilangan koneksi, mereka dengan cepat menjadi orang-orang yang kebingungan dan tanpa arah. Fenomena ini terjadi pada satu dari enam orang saat melakukan perjalanan.

    Imbasnya pun akan buruk. Mulai tidak dapat menemukan tempat untuk menginap, kehilangan informasi mengenai perubahan jadwal penerbangan, hingga keracunan akibat tidak dapat mencari informasi secara online mengenai tempat makan.

    Baca juga: Riset: Kian Tinggi Penghasilan Ibu, Kian Banyak Gunakan Internet

    Bahkan salah satu responden anonim mengungkapkan bahwa ia terjebak di gurun saat telepon pintarnya tidak berfungsi. Situasi menakutkan ini mungkin dapat diatasi jika responden memiliki koneksi. Ketika tidak bisa menggunakan telepon pintarnya, responden berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan.

    Terjebak di gurun memang contoh yang ekstrem, tapi tidak mendapatkan koneksi sama sekali merupakan kekhawatiran bagi banyak orang. Terdapat 84 persen responden setuju bahwa mereka akan merasa tertekan jika tersesat di lokasi yang tidak diketahui. Juga ada 39 persen responden mengkhawatirkan suatu saat kondisi tersebut terjadi kepada mereka.

    "Insiden tersesat di gurun pasir dan lainnya sesungguhnya dapat dihindari apabila kita lebih menjaga perangkat yang terkoneksi dengan baik. Bergantung pada koneksi Internet sebenarnya tidak selalu menjadi hal buruk," ujar Vice President Product Marketing Kaspersky Lab Dmitry Aleshin.

    Lagi pula, kata Aleshin, dengan adanya koneksi Internet, saat bepergian dia dapat menemukan jalan menuju lokasi, serta mencari tempat makan dan tempat menginap. Karena ketergantungan inilah, sebaiknya jangan membahayakan diri sendiri dengan kehilangan konektivitas saat keluar atau saat berada di tempat asing.

    Baca juga: Ibu Milenial Lebih Percaya Internet Dibanding Orang Tua

    Simak riset menarik lainnya tentang Internet hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komitmen Antikorupsi Partai Politik Diragukan

    Partai-partai mengklaim berkomitmen antikorupsi melawan korupsi setelah para petingginya ditangkap KPK. Berikut empat di antaranya....