Jumat, 14 Desember 2018

Atlet eSport Indonesia Bisa Go Internasional, Syaratnya...

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet <i>esports</i> Chinese Taipei bertanding dalam cabang permainan Arena of Valor (AOV) Asian Games 2018 di Britama Arena, Jakarta, Minggu, 26 Agustus 2018. <i>Esport</i> menjadi cabang olahraga eksibisi Asian Games 2018. ANTARA/INASGOC/Fulli Syafi

    Atlet esports Chinese Taipei bertanding dalam cabang permainan Arena of Valor (AOV) Asian Games 2018 di Britama Arena, Jakarta, Minggu, 26 Agustus 2018. Esport menjadi cabang olahraga eksibisi Asian Games 2018. ANTARA/INASGOC/Fulli Syafi

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Asosiasi eSport Indonesia (IeSPA) Eddy Lim percaya bahwa atlet eSport Indonesia akan dapat bersaing di tingkat Internasional. Namun, kata dia, hal itu tetap membutuhkan ekosistem yang mendukung kemampuan para atlet.

    Baca juga: Ingin Jadi Atlet eSport? Simak Tips Ini

    "Ekosistem yang dimaksud adalah kesatuan antara peran pemerintah, asosiasi, pro-players, dan platform game streaming yang saling berperan satu sama lain. eSport di Indonesia masih pada tahap awal, tapi ini merupakan awal yang sangat menjanjikan," kata Eddy.

    Eddy menjelaskan bahwa perkembangan industri game dan eSport di Indonesia berkembang dalam jalur yang tepat. Dan tentunya kontribusi dan dukungan dari berbagai pihak terkait dan masyarakat secara keseluruhan sangat diperlukan.

    Baca juga: MSI: eSport Bukan Sekadar Main Game

    Menurut pengamat gaming dan eSport, Dedy Irvan, eSport di Indonesia masih memiliki banyak tantangan. "Meski perkembangan industri game dan eSport sangat cepat, Indonesia masih membutuhkan waktu untuk proses adaptasi dan sosialisasi mengenai cara pandang sebagian masyarakat terhadap industri game dan eSport itu sendiri," ujar Dedy, dalam keterangan tertulis, Ahad, 30 September 2108.

    Perkembangan eSport di Indonesia masih menghadapi beberapa tantangan, antara lain perbedaan pandangan mengenai industri game dan eSport itu sendiri. Sebagian masyarakat masih menganggap bahwa game merupakan suatu hal yang dilakukan sebagai pengisi waktu luang, bukan sebuah cabang olahraga yang dijalankan secara profesional.

    Selain itu, kesiapan infrastruktur pendukung kegiatan eSport, terutama jaringan telekomunikasi, masih menjadi tantangan utama bagi perkembangan eSport di Indonesia. "Apabila ditekuni secara disiplin dan didukung ekosistem yang tepat, ada banyak profesi terkait industri game dan eSport yang bisa menjadi lapangan pekerjaan baru dan unik. Game streamer adalah salah satunya," tambah Dedy.

    Baca juga: MSI: Masa Depan Bisnis eSport Bisa Mencapai USD 125 Miliar

    Menurut Dey, profesi tersebut, selain dapat menjadi mata pencaharian, dapat pula membawa dampak positif dalam skala yang lebih luas sehingga perkembangan eSport di Indonesia dapat diterima secara lebih luas."

    Baca juga: Jokowi Ingin Ada Pendidikan Jurusan eSport di Indonesia

    Simak artikel menarik lainnya tentang eSport hyanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komitmen Antikorupsi Partai Politik Diragukan

    Partai-partai mengklaim berkomitmen antikorupsi melawan korupsi setelah para petingginya ditangkap KPK. Berikut empat di antaranya....