Senin, 10 Desember 2018

Aplikasi Halodoc Kenalkan Layanan Baru, Tebus Obat Tanpa Antre

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peluncuran layanan online rumah sakit bernama Halodoc Goes to Hospital (HG2H), solusi kesehatan yang memudahkan pasien rumah sakit. Kredit: Istimewa

    Peluncuran layanan online rumah sakit bernama Halodoc Goes to Hospital (HG2H), solusi kesehatan yang memudahkan pasien rumah sakit. Kredit: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Aplikasi kesehatan berbasis online, Halodoc, mengenalkan layanan baru bernama Halodoc Goes to Hospital (HG2H). Hal itu merupakan bagian dari solusi kesehatan inovatif yang dapat memudahkan pasien menghemat waktu dalam menebus resep obat di rumah sakit, baik racikan maupun non-racikan.

    Baca juga: Bisa Lebih Cepat Temui Dokter dengan Aplikasi Halodoc

    "HG2H merupakan wujud komitmen kami dalam mempermudah akses kesehatan bagi masyarakat Indonesia. Sekaligus sebagai upaya kami dalam membangun sinergi positif dengan rumah sakit dalam mendukung RS menghadirkan pelayanan prima bagi setiap pasiennya," ujar CEO Halodoc Jonathan Sudharta, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 29 September 2018.

    Cara memakai layanan HG2H adalah saat pasien mendapatkan resep obat dari dokter di rumah sakit sesuai dengan indikasi yang diberikan. Setelah itu pasien dapat melakukan pembayaran atas layanan konsultasi yang diberikan oleh dokter berikut dengan resep obat yang ingin ditebus di kasir.

    Baca juga: Angka Defisit BPJS Kesehatan Melonjak, Apa Saja Penyebabnya?

    Pada saat proses pembayaran, pihak rumah sakit akan membantu dengan memberikan penawaran kepada pasien apakah mau menggunakan pengantaran obat melalui layanan HG2H. "Layanan ini dapat diakses oleh setiap pasien, baik pasien umum maupun pasien BPJS, pasien baru maupun pasien yang rawat jalan yang sudah rutin menebus obat di rumah sakit," tambah Jonathan.

    Apabila pasien setuju menggunakan layanan tersebut, maka pasien akan diminta mengisi data tambahan untuk pengiriman obat, sambil mendapat penjelasan aturan pakai oleh apoteker rumah sakit tentang obat yang ditebus. Setelah semua tahapan terpenuhi, pasien dapat langsung meninggalkan rumah sakit dan menunggu pihak Halodoc mengantarkan obat ke alamat pasien.

    "Kami akan terus menjajaki kerjasama dengan rumah sakit lebih banyak lagi sehingga dengan begitu, akan banyak pula pasien yang terbantu melalui layanan HG2H ini," tambah Jonathan.

    Baca juga: 5 Makanan Sumber Kalsium selain Susu

    Halodoc menargetkan menjalin kerjasama dengan 500 rumah sakit hingga akhir tahun 2019 sebagai tahap awal perluasan layanan HG2H. Adapun hingga tanggal 19 September 2018, Halodoc sudah berhasil menjalin kerjasama dengan 76 rumah sakit baik swasta maupun non-swasta yang tersebar di beberapa kota di Indonesia, seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Karawang, Bandar Lampung, Malang, Ponorogo, Jember, Surabaya, Palembang, Pekanbaru, Padang, Medan, Semarang, Gresik, Bali.

    Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Kuntjoro menjelaskan bahwa teknologi digital bekembang sangat cepat. Hal tersebut, kata dia, akan membantu rumah sakit dalam menunjang pelayanan yang lebih efektif dan efisien.

    "Kami mengapresiasi kehadiran HG2H sebagai salah satu aplikasi dalam mendukung hal tersebut. Besar harapan kami, layanan ini dapat meningkatkan kepuasan pasien," lanjut Kuntjoro.

    Baca juga: Mesin Beralgoritma Kini Bisa Saingi Dokter Deteksi Gangguan Mental

    Simak kabar terbaru seputar aplikasi Halodoc hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.