Selasa, 23 Oktober 2018

eSport dan Peran Game Streamer Tak Bisa Dilepaskan

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Vietnam bertanding dalam <i>esports</i> cabang permainan Arena of Valor (AOV) Asian Games 2018 di Britama Arena, Jakarta, Minggu, 26 Agustus 2018. <i>Esport</i> menjadi cabang olahraga eksibisi Asian Games 2018. ANTARA/INASGOC/Fulli Syafi

    Tim Vietnam bertanding dalam esports cabang permainan Arena of Valor (AOV) Asian Games 2018 di Britama Arena, Jakarta, Minggu, 26 Agustus 2018. Esport menjadi cabang olahraga eksibisi Asian Games 2018. ANTARA/INASGOC/Fulli Syafi

    TEMPO.CO, Jakarta - Perkembangan industri eSport dan gaming tidak lepas dari peran para game streamer, yaitu pemain game yang melakukan live streaming saat gaming. Saat ini, game streaming sudah menjadi kategori hiburan dengan segmen penonton yang loyal.

    Baca juga: Ingin Jadi Atlet eSport? Simak Tips Ini

    Salah satu game streamer Ryan Prakasha merupakan pemain profesional eSport yang ahli dalam beberapa game, yaitu Dota, Overwatch, PUBG, dan banyak game lainnya. Ryan atau yang dijuluki SuperNayr sering ikut serta dalam turnamen eSport tingkat dunia dan menjadi juara yang mengharumkan nama Indonesia.

    "Memiliki pekerjaan yang sama dengan hobi adalah mimpi banyak orang, dan saya tidak pernah menyangka bahwa ketertarikan saya bermain game dapat membawa saya menjadi salah satu game streamer terkemuka di Indonesia," ujar superNayr, dalam keterangan tertullis, Ahad, 30 September 2018.

    Baca juga: MSI: eSport Bukan Sekadar Main Game

    Industri eSport menjadi perhatian setelah menjadi cabang olahraga eksibisi di Asian Games 2018 lalu di Indonesia. Game yang dipertandingkan diantaranya adalah Arena of Valor (AoV) dan Hearthstones. Industri game di Indonesia terus berkembang dengan jumlah pemain sebanyak 43,7 juta orang dari total penduduk Indonesia yang berjumlah 261,7 juta orang.

    Hal itu berarti 16,7 persen penduduk Indonesia aktif bermain game dan jumlah ini semakin bertambah seiring melambungnya popularitas eSport di Indonesia. Berdasarkan studi yang dilakukan Newzoo baru-baru ini, pendapatan dari industri game di Indonesia mencapai USD 879,7 juta dan menjadikan Indonesia sebagai pasar terbesar ke-16 untuk industri game di dunia.

    "Hasil yang saya dapatkan dari bermain game membuktikan bahwa game streamer bukanlah suatu pekerjaan yang dapat dipandang sebelah mata, yang mana profesi ini memiliki kontribusi yang cukup besar dalam perkembangan industri eSport di Indonesia," kata superNayr.

    Baca juga: MSI: Masa Depan Bisnis eSport Bisa Mencapai USD 125 Miliar

    Sebagai pro-players, superNayr tidak menyangka akan menjadi sorotan masyarakat dan pemerintah. Dia senang keahliannya ternyata mendapat apresiasi dan bisa mengharumkan nama bangsa di ajang internasional melalui kompetisi-kompetisi internasional yang diikuti.

    superNay telah bekerja sama dengan Nimo TV, platform game streaming sebagai partner pemain profesional resmi. Sebagai pemain eSport profesional, superNayr tidak hanya mengharumkan nama Indonesia, tapi juga mendapatkan penghasilan yang sangat menjanjikan setiap bulan sebagai game streamer andal.

    Head of Marketing Huya Limited untuk Nimo TV Indonesia Kevin Raharja menjelaskan bahwa kerja sama tersebut akan lebih mengembangkan platform Nimo TV. "Interaksi antara mereka dengan komunitas pencinta game secara umum merupakan modal utama perkembangan industri eSport di Indonesia. Nimo TV sebagai platform game streaming membuka kesempatan interaksi positif antara pencinta game dengan pro-players andal," lanjut Kevin.

    Nimo TV, sebuah platform game streaming global, yang telah beroperasi di beberapa negara seperti Indonesia, Thailand, Vietnam, Singapura, Malaysia, hingga Brasil. Dan percaya bahwa game streaming bisa berkontribusi untuk perkembangan industri eSport dan game di Indonesia.

    Baca juga: Jokowi Ingin Ada Pendidikan Jurusan eSport di Indonesia

    Selain sebagai bentuk hiburan baru, platform tersebut juga menjadi wadah berkumpulnya pencinta game streaming mengasah kemampuannya hingga terbuka kesempatan lebar menjadi atlet eSport di masa mendatang.

    "Pecinta game tidak hanya mendapatkan hiburan, tapi juga mendapatkan pembelajaran berharga dari pro-players secara langsung. Besar harapan kami, Nimo TV dapat menjadi bagian penting dari proses pembinaan atlet eSport di Indonesia," tambah Kevin.

    Baca juga: Presiden IOC: eSport Belum Tentu Dipertandingkan di Olimpiade

    Simak artikel menarik lainnya tentang seputar eSport hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.