Selasa, 23 Oktober 2018

5 Fakta Sesar Lembang di Bandung: Sesar Aktif Sepanjang 29 KM

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sesar Lembang sepanjang 22 km di utara Bandung, dilihat dari GoogleEarth

    Sesar Lembang sepanjang 22 km di utara Bandung, dilihat dari GoogleEarth

    TEMPO.CO, Bandung - Rangkaian gempa yang terjadi di Indonesia menolehkan orang untuk mewaspadai potensi gempa di daerahnya masing-masing, termasuk Sesar Lembang di Bandung. Sesar ini memanjang di Bandung bagian utara.

    Baca juga: Selain Sesar Lembang, Ada 4 Patahan Aktif Lain di Bandung

    Para ahli dan peneliti dari berbagai instansi melakukan riset patahan Lembang. Di antaranya tim peneliti dari Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung. Tim itu terdiri dari pakar gempa bumi Danny Hilman Natawidjaja, Mudrik R. Daryono, Sri Hidayati, Supartoyo, dan Akhmad Solikhin.

    Berikut lima faktanya:

    1. Bergerak 3 Sampai 5,5 milimeter per tahun
    Sesar Lembang sempat dipercaya sebagian peneliti dan ahli gempa sebagai patahan yang tidak aktif. Riset-riset terbaru menyatakan sebaliknya. "Dari hasil analisis, pergerakannya itu 3 sampai 5,5 milimeter per tahun. Pergerakannya termasuk lambat," kata Mudrik.

    2. Sesar Lembang Terbentang 29 Kilometer
    Berada di utara cekungan Bandung, sesar Lembang memanjang berarah barat-timur. Riset sebelumnya menyebutkan panjang sesar itu berkisar 20-27 kilometer. Penelitian mutakhir yang dibantu teknologi penginderaan jarak jauh LIDAR (Light Detection and Ranging), total panjangnya diketahui 29 kilometer dan terbagi menjadi beberapa segmen atau potongan.

    Titik nolnya yang ditarik dari barat berada di daerah Padalarang kemudian melewati Ngamprah, Cihideung, Lembang, dan Bukit Batu Lonceng. Ujung timurnya di Desa Cipanjalu, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung.

    Baca juga: Indonesia Negeri Gempa, Ini Sesar yang Berpotensi Mematikan

    3. Kekuatan gempanya bermagnitudo 7
    Dengan panjang 29 kilometer, kekuatan gempa Sesar Lembang berkisar 6,4 hingga bermagnitudo 7,0. Namun karena terbagi dalam beberapa segmen, kekuatan gempanya bisa berbeda. Peneliti dari Kelompok Keahlian Geodesi Institut Teknologi Bandung (ITB) Irwan Meilano pada diskusi Sesar Lembang di Badan Geologi September lalu mengatakan, segmen patahan Lembang dan potensi kekuatan gempanya belum diteliti rinci, pun riwayat kejadian gempa segmen itu belum diketahui.

    4. Kondisi batuan Bandung
    Berdasarkan pemetaan seismotektonik di wilayah Bandung oleh Badan Geologi, Kota Bandung disusun oleh batuan sedimen Tersier yang bersifat padu dan keras pada bagian bawah dan ditutupi oleh batuan sedimen gunung api di bagian utara. Adapun wilayah selatan Bandung kata peneliti Pusat Survei Geologi Muchamad Wahyudiono, diliputi sedimen atau endapan danau berumur Kuarter yang bersifat lunak dan urai.

    5. Gempa Sesar Lembang Merusak Hunian Warga
    Peneliti lain dari Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI di Bandung, Eko Yulianto, sebelumnya pernah memperkirakan gempa dari sesar Lembang pernah terjadi pada 500 ribu tahun lalu dan 2.100 tahun silam. Catatan kejadian gempa Sesar Lembang seperti di Kampung Muril dekat Gunung Burangrang dan Cisarua pada 2011 membuat beberapa hunian warga rusak. Pergerakan sesar Lembang saat itu menimbulkan gempa bermagnitudo 3.

    Baca juga: Mengenal Sesar Baribis, Patahan Bumi yang Melintang Dekat Jakarta

    Simak artikel menarik lainnya seputar Sesar Lembang hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.