Senin, 10 Desember 2018

Cina Pakai Cip Canggih untuk Mata-matai Amerika Serikat?

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Cina, Xi Jinping dan Presiden AS, Donald Trump. REUTERS

    Presiden Cina, Xi Jinping dan Presiden AS, Donald Trump. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Cina disebut memata-matai perusahaan besar Amerika Serikat menggunakan cip yang disusupkan ke dalam produk-produk elektronik. Cip tersebut ditanam dalam proses perakitan di pabrik-pabrik yang berada di Cina.

    Baca juga: Kapal Perang Cina Dinilai Agresif, Australia Bereaksi

    Bloomberg menyebut pemerintah Amerika telah melakukan penelitian terhadap cip tersebut sejak 2015. "Cina menggunakannya untuk mengumpulkan informasi intelektual dan rahasia dagang perusahaan Amerika," ujar seorang sumber di pemerintahan Amerika, menurut laman Bloomberg Businessweek, Kamis, 4 Oktober 2018.

    Beberapa perusahaan yang diduga disusupi Cina di antaranya, Apple, Super Micro, dan Amazon Web Services (AWS). Ketiga perusahaan ini membantah hal tersebut. Juru bicara Apple mengatakan, perusahaan tidak menemukan cip seperti yang disebut Bloomberg.

    Baca juga: Usir Kapal AS di Laut Cina Selatan, Mike Pence Peringatkan Cina

    "Laporan tersebut hanya menghubungkan insiden 2016," ujar juru bicara Apple. Kala itu, Apple memang menemukan driver yang terinfeksi pada salah satu server Super Micro. "Insiden itu kecelakaan dan bukan serangan yang ditargetkan terhadap Apple." AWS turut membantah laporan Bloomberg.

    Kementerian Luar Negeri Cina menyebut laporan tersebut tidak berdasar. "Pemerintah Cina adalah salah satu pembela keamanan siber yang tegas," tulis Kementerian.

    Memang, selama ini banyak perusahaan teknologi asal Negeri Abang Sam memproduksi beberapa komponen mereka di Cina. Dan Beijing sudah lama dicurigai Amerika sebagai dalang di balik kampanye mata-mata siber.

    Baca juga: Cina Melambat, Bank Dunia Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Asia Timur

    Tak hanya pemerintah Cina yang dicurigai Amerika. Perusahaan asal Cina pun menjadi target tuduhan sebagai mata-mata siber. Di antaranya Huawei dan ZTE. Kedua perusahaan ini pun dilarang masuk ke AS.

    Baca juga: Amerika Tuding Cina Sengaja Jual Murah Komponen Senjata Strategis

    Simak kabar terbaru seputar perseteruan Cina dan Amerika Serikat di bidang teknologi hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.