Senin, 10 Desember 2018

Agar Tak Termakan Berita Hoax, Simak Tips dari Facebook Ini

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Penyebaran Hoax di Facebook. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration

    Ilustrasi Penyebaran Hoax di Facebook. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration

    TEMPO.CO, Jakarta - Berita hoax kerap muncul di berbagai kondisi, termasuk saat bencana. Setidaknya ada delapan informasi hoax terkait tsunami Palu, mulai dari jumlah korban hingga gempa susulan yang lebih besar.

    Baca juga: Timses Jokowi Sebut 3 Hoax Ini Jadi Rujukan Prabowo

    Berita palsu (hoax) telah menjadi fenomena yang mengkhawatirkan di seluruh dunia. Terlebih di Indonesia, yang tahun depan menjalani pemilihan presiden dan wakil presiden serta anggota legislatif.

    Facebook memberikan sedikit tips agar kita tak terjerumus dalam berita hoax. "Kami berkomitmen untuk berpartisipasi dalam melindungi dan menjaga integritas proses pemilihan umum di Indonesia. Kami ingin memastikan bahwa orang-orang memiliki akses untuk mendapatkan informasi yang terpercaya dan akurat di Facebook," ujar juru bicara Facebook, seperti dalam keterangan yang diterima Tempo, Senin, 8 Oktober 2018.

    Baca juga: Lembaga Ini Beri Gelar Ibu Hoax Indonesia kepada Ratna Sarumpaet

    Dalam upaya mengurangi penyebaran berita palsu tersebut, Facebook menggunakan banyak sumber daya, seperti teknologi, tim peninjauan konten, dan melakukan berbagai rangkaian program edukasi seputar literasi berita.

    Berikut ini adalah beberapa tips untuk mengidentifikasi berita palsu yang beredar di media online dan media sosial:

    1. Bersikaplah skeptis terhadap judul
    Cerita berita palsu seringkali memiliki judul bombastis dengan huruf kapital dengan tanda seru. Jika judulnya kelihatannya mengejutkan dan tidak dapat dipercaya, maka kemungkinannya itu berita palsu alias hoax.

    2. Perhatikan baik-baik URL-nya
    URL palsu atau yang dibuat mirip aslinya bisa jadi tanda peringatan adanya berita palsu. Banyak situs berita palsu berpura-pura sebagai sumber berita otentik dengan sedikit mengubah alamat URL. Anda dapat membuka situs tersebut dan membandingkan alamat URL-nya dengan sumber terpercaya.

    3. Selidiki sumbernya
    Pastikan berita tersebut ditulis oleh sumber yang Anda percaya memiliki reputasi keakuratan yang baik. Jika berita tersebut berasal dari organisasi yang tidak dikenal, baca bagian "Tentang" di situs mereka untuk mempelajari selengkapnya.

    4. Perhatikan format yang tidak biasa
    Banyak situs berita palsu yang salah eja atau punya tata letak yang canggung. Bacalah dengan seksama untuk melihat tanda-tanda ini.

    5. Cek fotonya
    Kabar berita palsu sering berisi gambar atau video yang dimanipulasi. Terkadang foto tersebut memang asli, tetapi konteksnya berbeda. Anda dapat menelusuri foto atau gambar tersebut untuk mencari tahu asalnya.

    Baca juga: Ini Penyebab Hoax Mudah Tersebar di Media Sosial

    6. Periksa tanggalnya
    Kabar berita palsu mungkin berisi linimasa yang tidak masuk akal, atau tanggal peristiwa yang sudah diubah.

    7. Periksa buktinya
    Periksalah sumber informasi penulis untuk menginformasi keakuratannya. Kurangnya bukti atau ketergantungan terhadap ahli-ahli yang tidak disebutkan namanya dapat mengindikasikan kabar berita palsu.

    8. Lihat laporan lainnya
    Jika tidak ada sumber berita lainnya yang melaporkan berita yang sama, hal tersebut dapat mengindikasikan bahwa berita tersebut palsu. Jika berita tersebut dilaporkan oleh beberapa sumber yang Anda percayai, maka kemungkinan berita tersebut benar.

    9. Apakah berita tersebut hanya lelucon?
    Terkadang kabar berita palsu sulit dibedakan dengan humor atau sindiran. Cek apakah sumbernya memang biasa menampilkan parodi dan apakah perincian cerita dan nadanya menunjukkan bahwa berita tersebut hanya sekedar lelucon.

    10. Beberapa berita dipalsukan dengan sengaja
    Pikirkan secara kritis berita yang Anda baca, dan hanya bagikan berita yang Anda ketahui dapat dipercaya.

    Baca juga: Kenapa Manusia Mudah Percaya Kabar Hoax? Ini Penjelasan Ilmiahnya

    Simak artikel menarik lainnya seputar hoax dan kabar terbaru dari Facebook hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.