Selasa, 23 Oktober 2018

Top 3 Tekno Berita Hari Ini: S-400, Meteorit Langka, Tsunami Palu

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Roman Martov mengatakan bahwa dalam latihan itu kru sistem pertahanan udara S-400 Triumf Armada Baltik mampu menghancurkan 30 target udara abstrak. Sputnik/Sergey Malgavko

    Roman Martov mengatakan bahwa dalam latihan itu kru sistem pertahanan udara S-400 Triumf Armada Baltik mampu menghancurkan 30 target udara abstrak. Sputnik/Sergey Malgavko

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dengan topik sistem senjata anti-serangan udara buatan Rusia, S-400 Triumf. India membeli senjata anti-serangan udara buatan Rusia, S-400 Triumf. Perdana Menteri India, Narendra Modri dan Presiden Rusia Vladimir Putin bersepakat melalui perjanjian yang diteken Jumat lalu.

    Baca juga: Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Likuifaksi di Palu Sudah Diprediksi

    Selain itu ada kabar soal meteorit langka yang ditaksir dengan harga Rp 1,5 miliar. Siapa sangka batu berwarna cokelat yang tampak biasa saja dan menjadi ganjalan pintu itu merupakan meteorit. Menariknya lagi, batu ini ditaksir memiliki harga US$ 100 ribu, atau setara Rp 1,5 miliar.

    Juga ada kabar seputar tsunami Palu. Ilmuwan dari Pacific Marine Environmental Laboratory National Oceanic and Atmospheric Administration (PMEL NOAA) membuat animasi bagaimana tsunami Palu yang terjadi pada, Jumat, 28 September 2018, sangat merusak. Animasi, yang dibuat berdasarkan data satelit NOAA, menunjukkan bagaimana energi terperangkan di Teluk Palu yang panjang.

    Baca juga: Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Alasan Ilmiah Manusia Percaya Hoax

    1. 5 Teknologi S-400 Triumf, Sistem Anti Serangan Udara Buatan Rusia

    Rusia juga menempatkan sistem pertahanan udara S-400 Triumph di aset-aset pentingnya di Suriah. S-400 disebut-sebut sebagai pertahanan udara paling canggih, rudal-rudalnya mampu melaju dengan kecepatan 4.800 m/detik, sehingga target sejauh 400 km dapat dihancurkan dalam waktu sekitar 83 detik saja. sputniknews.com

    India membeli senjata anti-serangan udara buatan Rusia, S-400 Triumf. Perdana Menteri India, Narendra Modri dan Presiden Rusia Vladimir Putin bersepakat melalui perjanjian yang diteken Jumat lalu.

    Sebelumnya, Cina, Turki, dan Iran juga telah menyatakan minat dan mulai memesan rudal canggih, yang diklaim mampu mengenai target udara apapun baik rudal sampai jet tempur siluman hingga jarak sekitar 400 kilometer. "NATO menyebut rudal ini dengan nama SA-21 Growler dan dikembangkan oleh Almaz Central Design Bureau dari Rusia," begitu dilansir situs Army Technology.

    Baca selengkapnya: 5 Teknologi S-400 Triumf, Sistem Anti Serangan Udara Buatan Rusia

    2. Batu Ganjalan Pintu Itu Ternyata Meteorit Seharga Rp 1,5 M

    Meteorit langka yang ditemukan di Michigan, Amerika Serikat, yang ditaksir memiliki harga Rp 1,5 miliar. (Central Michigan University)

    Siapa sangka batu berwarna cokelat yang tampak biasa saja dan menjadi ganjalan pintu itu merupakan meteorit. Menariknya lagi, batu ini ditaksir memiliki harga US$ 100 ribu, atau setara Rp 1,5 miliar.

    Seorang pria warga Michigan, Amerika Serikat, memakai batu seberat 11 kilogram itu sebagai ganjalan pintu selama 30 tahun. Batu ini pertama kali ditemukan pada 1988, tepatnya dari sebuah peternakan di Edmore, 48 kilometer dari pusat kota Mount Pleasant, Michigan.

    Baca selengkapnya: Batu Ganjalan Pintu Itu Ternyata Meteorit Seharga Rp 1,5 M

    3. Animasi dari Ilmuwan NOAA Ungkap Bagaimana Tsunami Palu Terbentuk

    Suasana Masjid Arkam Babu Rahman atau Masjid Apung pasca-gempa dan tsunami di Kampung Lere, Palu, Sulawesi Tengah, Ahad, 7 Oktober 2018. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Ilmuwan dari Pacific Marine Environmental Laboratory National Oceanic and Atmospheric Administration (PMEL NOAA) membuat animasi bagaimana tsunami Palu yang terjadi pada, Jumat, 28 September 2018, sangat merusak. Animasi, yang dibuat berdasarkan data satelit NOAA, menunjukkan bagaimana energi terperangkan di Teluk Palu yang panjang.

    "Bentuk tersebut membuat air memantul dari garis pantai timur dan barat, sebelum akhirnya menerjang Kota Palu di ujung selatan," ujar Vasily Titov, peneliti utama tsunami di PMEL NOAA, seperti dilansir laman King5.com, Sabtu, 6 Oktber 2018.

    Baca selengkapnya: Animasi dari Ilmuwan NOAA Ungkap Bagaimana Tsunami Palu Terbentuk

    Selain topik tentang S-400 triumf, meteorit langka seharga Rp 1,5 miliar, dan perkembangan tsunami Palu, Anda bisa membaca berita hari ini lainnya hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.