Ini Cara Ahli Gempa ITB Atasi Potensi Likuifaksi di Bandara Bali

Warga melihat mobil yang tertimbun lumpur akibat pencairan (likuifaksi) tanah yang terjadi di Desa Jono Oge, Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis, 4 Oktober 2018. Perumahan warga dan gereja di desa ini bergeser dan tergantikan oleh tanaman jagung. ANTARA/Hafidz Mubarak A

TEMPO.CO, Bandung - Ahli dan peneliti gempa dari Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof. Mashyur Irsyam mengatakan gejala likuifaksi pada tanah bisa diketahui.

Baca: Kenapa Petobo Terdampak Paling Parah Likuifaksi? Simak Kata Ahli
Baca: Likuifaksi di Palu Ternyata Sudah Diprediksi Sejak 2012
Baca: Kenapa Gempa, Tsunami, Likuifaksi Bisa Terjadi Bersamaan di Palu?

Menurutnya, kejadian likuifaksi bisa diprediksi dengan skenario gempa. Selain itu, juga ada solusi mengatasi likuifaksi untuk bangunan.

Likuifaksi, kata Mashyur, adalah fenomena alam yang umum terjadi setelah gempa. Beberapa catatan kejadian likuifaksi, seperti di Maumere 1992, Padang 2007, Pidie, Lombok, dan yang terbaru di Palu. "Ada mekanikanya bisa dijelaskan," ujarnya di kampus ITB, Senin, 8 Oktober 2018.

Likuifaksi terjadi pada tanah pasiran atau yang didominasi pasir. Sedangkan pada tanah lempung potensinya kecil. Likuifaksi atau pelulukan tanah bisa terjadi pada kondisi tanah pasiran saat terjadi gempa kuat. "Misalnya magnitudo 6-6,5 yang sumber gempanya dekat," kata dia.

Menurut pakar dan peneliti lain dari ITB dan Badan Geologi itu, likuifaksi umumnya ada dua jenis. Jenis pertama yang tanahnya sangat berpasir, bisa membuat tanah seperti bubur lumpur akibat terobosan air dalam tanah yang terguncang oleh gempa kuat. Contoh kasusnya di Palu yang membenamkan perumahan, serta di lokasi lain yang memindahkan posisi rumah.

Jenis kedua pada tanah berpasir yang lebih keras, di mana dari retakan tanah keluar air dan pasir. Sumur pun bisa terisi oleh pasir. Contoh jenis ini misalnya saat terjadi Gempa Lombok.

Menurut Mashyur, penentu likuifaksi adalah besaran tegangan geser yang proporsional dengan massa dikalikan percepatan gempa. "Jadi sangat tergantung nilai percepatan kemudian penggoyangnya dan kekuatan tanah, kita bisa perkirakan bisa terjadi atau tidak," katanya.

Cara mengatasi potensi likuifaksi telah dilakukannya pada sejumlah bangunan, misalnya Bandara Ngurah Rai Bali dan untuk Bandara di Kulon Progo. "Caranya dengan membuat padat tanah yang berpasir," ujarnya. Setelah bisa diperkirakan dan diketahui caranya, kata Mashyur, tinggal dihitung biayanya apakah impas atau tidak.

Sesuai standar bangunan, kekuatan pondasi harus kuat terhadap beban bangunan yang dipikul. Pondasi bangunan yang ramah gempa itu sudah dipersiapkan untuk menerima gaya gempa. "Selama gaya yang kita pakai untuk pondasi sudah diperhitungkan, itu antisipasi likuifaksi juga," ujarnya.

Sumber gempa bumi menurut Mashyur ada dua jenis, yaitu akibat subduksi dan sesar aktif. Subduksi atau pertemuan lempeng yang menghasilkan sumber gempa di Indonesia berasal dari lempeng Asia, Australia, dan Pasifik.

Simak artikel lainnya tentang likuifaksi di kanal Tekno Tempo.co.






8 Gempa Darat dalam 10 Hari di Sumatera, Begini Kata BMKG

3 jam lalu

8 Gempa Darat dalam 10 Hari di Sumatera, Begini Kata BMKG

Sejumlah gempa darat dengan dampak guncangannya yang bisa dirasakan menyapa Pulau Sumatera beberapa hari belakangan.


AirAsia Buka Penerbangan Padang-Kuala Lumpur per 1 Oktober, Simak Jadwalnya

1 hari lalu

AirAsia Buka Penerbangan Padang-Kuala Lumpur per 1 Oktober, Simak Jadwalnya

Station Manager AirAsia Budi Pebrianto mengatakan jadwal penerbangan internasional AirAsia rute Kuala Lumpur - Padang - Kuala Lumpur periode Summer 20


Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Prakiraan Cuaca BMKG, Jumlah Mahasiswa UT

2 hari lalu

Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Prakiraan Cuaca BMKG, Jumlah Mahasiswa UT

Topik tentang prakiraan cuaca BMKG bahwa sebagian wilayah Indonesia dilanda hujan pada Sabtu menjadi berita terpopuler Top 3 Tekno Berita Hari Ini.


Gempa M6,4 di Aceh, Badan Geologi: Pantai Aceh Barat Rawan Tsunami

2 hari lalu

Gempa M6,4 di Aceh, Badan Geologi: Pantai Aceh Barat Rawan Tsunami

Gempa tersebut tidak menyebabkan tsunami, kendati daerah pantai Kabupaten Aceh Barat rawan bencana tsunami.


Gempa Magnitudo 6,4 di Aceh, BMKG Minta Masyarakat Waspada Potensi Gempa Susulan

2 hari lalu

Gempa Magnitudo 6,4 di Aceh, BMKG Minta Masyarakat Waspada Potensi Gempa Susulan

Setelah gempa berkekuatan Magnitudo 6,4 di wilayah pantai barat Aceh pada Sabtu ini pukul 03.53 WIB, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan.


BMKG: Gempa Magnitudo 6,4 di Aceh Akibat Aktivitas Subduksi Lempeng

2 hari lalu

BMKG: Gempa Magnitudo 6,4 di Aceh Akibat Aktivitas Subduksi Lempeng

Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke Lempeng Eurasia.


BMKG: Gempa M5,4 di Laut Banda Akibat Aktivitas Sesar Aktif

2 hari lalu

BMKG: Gempa M5,4 di Laut Banda Akibat Aktivitas Sesar Aktif

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 5,6.


Isu Pertalite Boros, Konsumen Bisa Buktikan dengan Cara Ini

2 hari lalu

Isu Pertalite Boros, Konsumen Bisa Buktikan dengan Cara Ini

Pengujian itu membutuhkan dua sampel Pertalite, yaitu Pertalite harga lama dan yang baru.


Dua Gempa Kuat Berurutan Dini Hari, M6,4 di Aceh dan M5,4 di Wakatobi

2 hari lalu

Dua Gempa Kuat Berurutan Dini Hari, M6,4 di Aceh dan M5,4 di Wakatobi

Kedua gempa tidak berpotensi tsunami.


Bandara Internasional Yogyakarta Buka Penerbangan ke Singapura Mulai Bulan Depan, Tiket Rp 600 Ribuan

3 hari lalu

Bandara Internasional Yogyakarta Buka Penerbangan ke Singapura Mulai Bulan Depan, Tiket Rp 600 Ribuan

PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Yogyakarta sudah berkoordinasi dengan Malaysia Airline (MA).