Senin, 10 Desember 2018

Jurnalis Khashoggi Hilang, Bos Uber Batal Hadiri Undangan Saudi

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dara Khosrowshahi, bos buar Uber. (recode.net)

    Dara Khosrowshahi, bos buar Uber. (recode.net)

    TEMPO.CO, Jakarta - Chief Executive Officer Uber, Dara Khosrowshahi, memutuskan mundur dari konferensi bisnis yang akan digelar di Riyadh, Arab Saudi akhir bulan ini. Pembatalan itu merupakan respons atas hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi.

    Baca juga: Uber Hengkang dari Asia Tenggara, Serahkan Bisnis ke Grab

    Keputusan mengundurkan diri Khosrowshahi diumumkan pada Kamis malam kemarin. Pemimpin perusahaan aplikasi transportasi itu terus mengamati perkembangan kasus yang menimpa Khashoggi.

    "Saya tidak akan menghadiri konferensi The Future Investment Initiative di Riyadh. Saya sangat risau dengan laporan tentang Jamal Khashoggi," kata Khosrowshahi seperti dikutip CNN, Jumat, 12 Oktober 2018.

    Baca juga: Mobil Swakemudi Uber Tabrak Pejalan Kaki Hingga Tewas

    The Future Investment Initiative (FII) merupakan pertemuan antarpemimpin perusahaan global. Konferensi itu diinisiasi oleh Pangeran Arab Saudi Mohammed bin Salman. Kehadiran Uber bertujuan untuk berbagi pengetahun tentang transportasi.

    Arab Saudi tak sekedar mengundang Uber semata. Bagi perusahaan, Arab Saudi merupakan pemegang saham terbesar. Pada 2016, Arab Saudi menggelontorkan investasi sebesar US$ 3,5 miliar kepada Uber.

    Seperti diberitakan, jurnalis Jamal Khashoggi hingga saat ini belum diketahui keberadaan. Ia terakhir kali terlihat pada 2 Oktober saat mendatangi kantor Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki. Otoritas Arab Saudi membantah terlibat dalam kasus itu. Menurut pihak konsulat, Khashoggi meninggalkan konsulat di hari yang sama.

    Baca juga: Uber Bayar Rp 3,33 Triliun untuk Berdamai dengan Waymo

    Langkah penarikan diri juga dilakukan pemilik maskapai penerbangan Virgin Group Richard Branson. Milyarder asal Inggris itu menghentikan pembicaraan kerja sama investasi di sektor luar angkasa dengan Arab Saudi. Nilai investasi yang rencananya akan diberikan Virgin mencapai US$ 1 miliar. "Jika terbukti benar akan mengubah bisnis dengan pemerintah Saudi," ucap Brenson.

    Baca juga: Ekonomi Digital, Uber: Pemerintah Harus Lihat Keunikan Bisnis Ini

    Simak kabar terbaru seputar Uber hanya di kanal Tekno Tempo.co.

    CNN | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.