Senin, 10 Desember 2018

Penyebab Gempa Situbondo Masih Misterius

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menunjukkan bangunan yang rusak akibat gempa di Jawa Timur, Kamis, 11 Oktober 2018. Gempa berkekuatan magnitudo 6,4 yang mengguncang Jawa Timur dan Bali tersebut menyebabkan sejumlah warga di Sumenep meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh. ANTARA

    Warga menunjukkan bangunan yang rusak akibat gempa di Jawa Timur, Kamis, 11 Oktober 2018. Gempa berkekuatan magnitudo 6,4 yang mengguncang Jawa Timur dan Bali tersebut menyebabkan sejumlah warga di Sumenep meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh. ANTARA

    TEMPO.CO, Bandung - Penyebab pasti gempa Situbondo masih misterius. Ahli, peneliti, dan pengamat gempa punya beberapa dugaan dan pendapat soal sesar atau patahan mana yang memunculkan lindu bermagnitudo 6,3 pada Kamis, 11 Oktober 2018.

    Baca juga: Gempa Situbondo Berkekuatan M 6,3, Pusatnya Berada di Laut

    Kepala Sub Bidang Mitigasi Gempa dan Tsunami Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Akhmad Solikhin menduga, penyebab Gempa Situbondo adalah sesar di sekitar lokasi sumber gempa. "Kita belum bisa menyimpulkan sesar apa yang menyebabkan gempa tersebut," katanya lewat keterangan tertulis. Adapun mekanisme Gempa Situbondo disebutnya sesar naik dengan orientasi relatif barat-barat laut-tenggara-timur laut.

    Soal dugaan penyebabnya adalah sesar Rembang-Madura-Kangean-Sakala (RMKS), menurut Akhmad, ada perbedaan mekanisme patahannya. Berbagai publikasi kata dia menyatakan sesar RMKS mempunyai mekanisme sesar geser.

    Baca juga: Gempa M 6,3 Guncang Situbondo, Daerah Ini Juga Terdampak

    Sementara dari laman geologi.co.id, ada dugaan Sesar Kambing yang menjadi penyebabnya. Asumsi itu hasil kajian ringkas dan sederhana dari data peta geologi serta penelitian struktur geologi daerah sekitar Jawa Madura.

    Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono mengatakan, Sesar Kambing memiliki blok yang naik di bagian utara dan sesar miring ke utara. "Itu berlawanan dengan focal mechanisme gempa kemarin," ujarnya Jumat, 12 Oktober 2018. Focal mechanism atau mekanisme fokus yaitu hasil dari analisis bentuk gelombang yang dihasilkan oleh gempa dan direkam oleh seismograf.

    Berdasarkan karakteristik parameter sesar, mekanisme Gempa Situbondo menunjukkan adanya kemiripan dengan pola sumber gempa yang ada di jalur Sesar Naik Flores. "Tampaknya memang Sesar Naik Flores sampai di situ, tapi ini baru indikasi," kata Daryono.

    Baca juga: BMKG Sebut Gempa Situbondo Berjenis Dangkal

    Indikasi itu berdasarkan dari kemiringan sesar, kedalamannya, mekanisme gempa, dan sesar yang menjurus arah barat laut- tenggara. "Itu merupakan karakteristik gempa-gempa Sesar Naik Flores," katanya.

    Selain itu, menurut Daryono, episenter Gempa Situbondo berada di pinggir cekungan perairan Bali bagian barat. "Sesuai unsur tektonik ada peluang gempa di situ ada kaitan dengan jalur Sesar Naik Flores."

    Baca juga: Gempa Situbondo 6,4 M Dirasakan Sebagian Wilayah di Jawa Timur

    Simak kabar terbaru seputar penyebab gempa Situbondo hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.