Singkirkan Samsung, TSMC Buat Chip A13 Apple untuk iPhone 2019

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Chip A12 Apple. Kredit: Phone Arena

    Chip A12 Apple. Kredit: Phone Arena

    TEMPO.CO, Jakarta - Produsen chip, Taiwan Semiconductor Manufacturing Company atau TSMC, dikabarkan terpilih untuk memproduksi chip Apple A13 yang akan digunakan pada iPhone 2019, sebagaimana dilaporkan laman Phone Arena akhir pekan lalu.

    Baca: Google Bayar Apple Rp 135T Setahun Agar Jadi Mesin Pencari iPhone
    Baca: Kalahkan Apple di Segmen Premium, Ini Senjata OPPO
    Baca: Qualcomm Tuduh Apple Curi Teknologi dan Bagikan ke Intel

    TSMC merupakan langganan Apple dalam memproduksi chip. TSMC menjadi produsen eksklusif prosesor Apple A12, A11, dan A10 beberapa tahun terakhir ini.

    Sebelumnya, TSMC berbagi pesanan A9 dengan Samsung, yang pada gilirannya bertanggung jawab untuk pembuatan chip A7, A6, A5, dan A4 yang dirancang Apple.

    Selain dengan Apple, TSMC diperkirakan juga akan mencetak kontrak dengan AMD, Huawei, MediaTek, NVIDIA, bahkan Qualcomm terkait dengan teknologi 7 nanometer-nya.

    Menariknya, menurut sumber yang tidak disebutkan namanya seperti dikutip laman Digitimes, Samsung diklaim mampu mengamankan pesanan dari Qualcomm, sehingga kemungkinan Snapdragon 8150 akan memiliki dua arsitek.

    Snapdragon 845, 835, 821, dan 820 semuanya dibuat oleh Samsung, sementara TSMC terakhir menangani produksi Qualcomm high-end pada tahun 2014 untuk Snapdragon 808 dan 810.

    Samsung jelas akan terus memproduksi chip Exynos miliknya, namun mungkin tidak akan menahan kenaikan pangsa TSMC dari 56 persen bisnis tersebut selama paruh pertama 2018 hingga lebih dari 60 persen tahun depan.

    Simak artikel menarik lainnya tentang chip Apple A13 hanya di kanal Tekno Tempo.com

    PHONE ARENA | DIGITIMES


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.