Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Bandung Tidak Berpotensi Likuifaksi

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menjelajah Cekungan Bandung

    Menjelajah Cekungan Bandung

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dengan topik tanah cekungan Bandug tidak berpotensi likuifaksi, pembaruan WhatsApp, dan kebakaran di Gunung Ciremai. Tanah di sebagian wilayah cekungan Bandung secara teori tidak berpotensi likuifaksi saat terjadi gempa kuat.

    Baca juga: Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Likuifaksi di Palu Sudah Diprediksi

    Selain itu, Aplikasi pesan WhatsApp akan melakukan pembaruan secara radikal dalam waktu dekat. Menurut laman Express.co.uk, Ahad, 14 Oktober 2018, pembaruan tersebut akan menyampaikan berita buruk bagi pengguna Android. Juga, Kebakaran selama 14 hari di kawasan hutan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, telah menghanguskan areal seluas 1.310 hektare.

    Ketiga topik tersebut paling banyak menyedot perhatian pembaca di kanal Tekno. Berikut selengkapnya tiga berita hari ini yang terpopuler di kanal Tekno:

    Baca juga: Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Alasan Ilmiah Manusia Percaya Hoax

    1. Peneliti LIPI: Tanah Cekungan Bandung Tidak Berpotensi Likuifaksi

    Menjelajah Cekungan Bandung

    Berdasarkan penyelidikan tanah oleh Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bandung yang dilakukan pada kurun 2015-2017. Adrin Tohari, anggota penelitian, mengatakan lapisan tanah cekungan Bandung dominan berjenis lempung lunak. Ketebalannya dari permukaan sampai kedalaman 15 meter.

    "Secara teori tidak akan mengalami likuifaksi," katanya saat dihubungi Sabtu, 13 Oktober 2018. Likuifaksi atau pelulukan tanah, ujar Adrin, biasanya hanya terjadi pada jenis tanah berpasir gembur ketika terjadi gempa besar.

    Contoh kejadian likuifaksi misalnya saat terjadi Gempa Lombok dan Gempa Donggala yang berskala magnitude 7 dengan kedalaman dangkal antara 10-15 kilometer.

    Baca selengkapnya: Peneliti LIPI: Tanah Cekungan Bandung Tidak Berpotensi Likuifaksi

    2. Iklan Status WhatsApp Bakal Hadir di Android, Bagaimana iOS?

    Logo aplikasi Whatsapp. whatsappbrand.com

    Aplikasi WhatsApp resmi dimiliki oleh Facebook pada 2014, yang diakuisisi senilai US$ 1,5 miliar (Rp 22,8 triliun). Brian Acton, co-founder WhatsApp, baru-baru ini menyatakan bahwa dia telah meninggalkan raksasa media sosial setelah terlibat dalam perselisihan tentang mendapatkan keuntungan dari klien.

    Dia mengklaim Facebook ingin menerapkan strategi periklanan penargetan ke WhatsApp. Facebook sebagai induk dari aplikasi pesan berlogo hijau itu tertarik untuk memonetisasi WhatsApp dan ingin menerapkan iklan di layanan. Artinya, kemungkinan WhatsApp akan berbayar.

    Baca selengkapnya: Iklan Status WhatsApp Bakal Hadir di Android, Bagaimana iOS?

    3. Kebakaran Hanguskan 1.310 Hektare Hutan Gunung Ciremai

    Sejumlah relawan dari Masyarakat Peduli Api (MPA) melakukan penyekatan untuk mencegah kebakaran meluas di kawasan lereng Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat, Kamis, 4 Oktober 2018. Kebakaran di kawasan hutan Gunung Ciremai ini makin mendekati permukiman warga. ANTARA/Dedhez Anggara

    Kebakaran selama 14 hari di kawasan hutan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, telah menghanguskan areal seluas 1.310 hektare.

    "Kawasan hutan Ciremai yang terbakar sementara diperkirakan seluas kurang lebih 1.310 hektare, api sudah dapat dipadamkan," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan Agus Mauludin di Kuningan, Minggu, 14 Oktober 2018.

    Ia mengatakan kebakaran kawasan TNGC pertama diketahui pada Minggu, 30 September 2018, sekitar pukul 12.00 WIB dan kemudian BPBD dibantu TNI, TNGC, masyarakat, dan relawan langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pemadaman.

    Baca selengkapnya: Kebakaran Hanguskan 1.310 Hektare Hutan Gunung Ciremai

    Selain kabar tentang likuifaksi Bandung, pambaruan Whatsapp, dan kebakaran di Gunung Ciremai, Anda bisa membaca berita hari ini lainnya hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.