Kisah Sejawat Bill Gates dan Paul Allen, Fakta di Balik Microsoft

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paul Allen (instagram @officialpaulallen)

    Paul Allen (instagram @officialpaulallen)

    TEMPO.CO, Seattle - Bill Gates mengenang rekannya dalam mendirikan Microsoft, Paul Allen, yang meninggal pada 15 Oktober 2018 akibat kanker limfoma non-Hodgkin. Gates menggambarkan sosok pria berusia 65 tahun itu sebagai salah satu teman tertua dan mitra bisnis pertama yang pernah ia miliki.

    Baca: 13 Fakta Paul Allen, dari Peretas Komputer sampai Jago Main Gitar

     
    Bill Gates bersama Paul Allen mendirikan Microsoft pada tahun 1975, dan hal itu hingga kini telah mengubah dunia teknologi. Allen banyak dipuji sebagai seorang raksasa bisnis, olahraga, dan filantropi di Pacific Northwest dalam beberapa dekade setelah meninggalkan Microsoft pada tahun 1983 setelah didiagnosis kanker limfoma Hodgkin.
     
    “Saya bertemu Paul ketika saya di kelas 7, dan itu mengubah hidup saya,” ucap Gates. “Saya langsung melihatnya. Dia dua tahun di atas saya di sekolah, sangat tinggi, dan terbukti jenius dengan komputer.”
     
    Menurut Gates, ia dan Allen menghabiskan hampir semua waktu luang bermain-main dengan komputer mana pun yang bisa mereka gunakan. Dia memuji Allen yang meramalkan pentingnya komputer dan industri yang akan muncul di sekitar mereka.
     
    "Sebenarnya, Microsoft tidak akan pernah jadi tanpa Paul. Pada Desember 1974, dia dan saya sama-sama tinggal di daerah Boston. Dia bekerja, dan saya akan kuliah. Suatu hari dia datang dan bersikeras mengajak saya bergegas ke kios koran terdekat dengannya. Ketika kami tiba, dia menunjukkan kepada saya sampul Popular Electronics edisi Januari. Ini menampilkan komputer baru yang disebut Altair 8800, yang berjalan pada chip baru yang kuat. Paul menatap saya dan berkata, 'Ini terjadi tanpa kita!' Saat itu menandai akhir dari karir kuliah saya dan awal dari perusahaan baru kami, Microsoft. Itu terjadi berkat Paul," tutur Gates.
     
    Gates mengatakan bahwa Allen memiliki pikiran yang luas dan bakat khusus untuk menjelaskan subyek yang rumit dengan cara yang sederhana. Allen juga punya kebiasaan berbagi musik favoritnya dengan Gates, dan selama bertahun-tahun, sebagai pemilik Seattle Seahawks dan Portland Trail Blazers, Allen melakukan yang terbaik untuk membuat Gates menjadi penggemar olahraga.
     
    "Dia akan membawa saya untuk melihat Portland Trail Blazers kesayangannya dan dengan sabar membantu saya memahami semua yang terjadi di lapangan," ucap Gates.
     
    Paul Allen merupakan salah satu pendiri Microsoft. Ia meninggal dunia di Seattle, Amerika Serikat, pada Senin, 15 Oktober 2018, di usia 65 tahun akibat kanker limfoma non-Hodgkin.
     
    Sebelumnya, pada 1982, Allen didiagnosis dengan kanker limfoma Hodgkin dan sempat dinyatakan sembuh dari penyakit itu 8 bulan kemudian di tahun 1983. Pada tahun itu juga ia mengundurkan diri dari Microsoft.
     
    Pada 2009, Paul Allen kembali didiagnosis penyakit kanker limfoma, kali ini tipe non-Hodgkin. Awal Oktober 2018, Allen menjalani perawatan untuk penyakit yang dideritanya ini. Namun, Allen tak mampu bertahan hingga mengembuskan napas terakhir pada 15 Oktober.
     
    THEVERGE | FORBES

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?