Kamis, 15 November 2018

Bahas Peta Ancaman, Kaspersky Gelar Cyber Insight di Asia Pasifik

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • General Manager SEA Kaspersky Lab Yeo Siang Tiong, Director of Global Researcg and Analyst Team Kaspersky Lab Vitaly Kamluk dan Channel Manager Indonesia Kaspersky Lab Dony Koesmandarin dalam konferensi pers terkait acara Cyber Insight 2018, di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa, 16 Oktober 2018. TEMPO/Khory

    General Manager SEA Kaspersky Lab Yeo Siang Tiong, Director of Global Researcg and Analyst Team Kaspersky Lab Vitaly Kamluk dan Channel Manager Indonesia Kaspersky Lab Dony Koesmandarin dalam konferensi pers terkait acara Cyber Insight 2018, di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa, 16 Oktober 2018. TEMPO/Khory

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan keamanan siber, Kaspersky Lab, mengadakan Security Roadshow di 12 negara di Asia Pasifik dengan tema Cyber Insight 2018, termasuk Indonesia.

    Baca: Kaspersky Punya Jurus Jitu Agar Smartphone Anda Aman, Ini Tipsnya
    Baca: Kaspersky Lab Temukan Malware LuckyMouse Bersertifikasi Keamanan

    Kaspersky sebelumnya sudah menggelar acara tersebut di beberapa negara seperti Cina Taipe, Hong Kong, Cina, Malaysia, Singapura, Thailand, India dan Australia.

    Director of Global Research and Analyst Team Kaspersky Lab Vitaly Kamluk mengatakan tujuan utama acara itu adalah membahas peta ancaman yang mungkin dihadapi negara-negara di Asia Pasifik.

    "Sebagai contoh beberapa kasus serangan WannaCry, malware Roaming Mantis, serta sabotase Olimpiade Musim Dingin Pyongchang. Itu menjadi bagian kecil gambaran atas serangan siber di kawasan Asia Pasifik," ujar Vitaly Kamluk di Jakarta, 16 Oktober 2018.

    Selain itu, kata Kamluk, acara itu akan mengeksplorasi apa saja kebutuhan sebuah organisasi dalam membangun strategi pertahanan dunia maya yang kuat. Ha itu dilakukan untuk membantu mengatasi risiko keamanan seperti deteksi serangan baru dan prediksi ancaman kompleks di masa depan.

    "Ada beberapa potensi serangan yang mungkin terjadi, seperti serangan melalui perangkat internet of things (IoT) yang melibatkan network router," tambah Kamluk. "Keamanan bagi perangkat tidak lagi diabaikan. Penjahat siber bisa melihat celah untuk masuk dalam sistem IT perusahaan dan membuka jalan bagi peretasan yang lebih luas."

    Acara tersebut juga menampilkan pendekatan manajemen ancaman dan pertahanan dengan memberikan kombinasi unik dari teknologi, dan layanan yang mendukung penerapan strategi keamanan adaptif. Dengan pendekatan itu, organisasi mendapatkan proyeksi mengenai siklus ancaman dan beralih dari model keamanan proaktif menuju keamanan reaktif berdasarkan manajemen risiko.

    Sementara Channel Manager Indonesia Kaspersky Lab Dony Koesmandarin menjelaskan bahwa Indonesia belum mengalami kondisi yang berbahaya terkait serangan siber. Tapi, kata dia, ancaman siber bisa datang kapan saja dan perusahaan harus menyiapkan sesuatu untuk melawannya.

    "Di Indonesia, solusi dari Kaspersky sudah hampir digunakan oleh berbagai segmen seperti banking, lembaga pemerintah dan development dan masih banyak lagi. Kaspersky tidak hanya melihat posisi komersialnya, tapi juga memberikan proteksi yang terbaik," lanjut Dony.

    Dengan adanya Kaspersky Roadshow Cyber Insight 2018 di Jakarta, Dony berharap dapat memberikan wawasan terbaru bagi seluruh perusahaan dalam mengelola dan menerapkan strategi dalam keamanannya. "Ini demi keberlangsungan visi dan misi yang menjadi nilai dalam mengembangkan bisnisnya," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pokemon 'Hidup' Dalam Detektif Pikachu

    Hollywood baru saja mengadaptasi karakter favorit dunia dari kartun Pokemon, Pikachu, ke dalam film layar lebar.