Huawei Mate 20 Meluncur di Malaysia, Ini Harganya

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peluncuran Huawei Mate 20 di Kuala Lumpur. Kredit: Tempo/Karina

    Peluncuran Huawei Mate 20 di Kuala Lumpur. Kredit: Tempo/Karina

    TEMPO.CO, Jakarta - Peluncuran untuk Huawei Mate 20, Mate 20 Pro, MateBook X Pro dan MateBook D telah berjalan sukses di Malaysia, Sabtu, 27 Oktober 2018, sebagaimana dilaporkan Technave, Sabtu.

    Baca: Huawei Mate 20 Pakai Chipset Kirin 980, Ini Keunggulannya
    Baca: Huawei Mate 20 Series Dipastikan Hadir di Indonesia
    Baca: Huawei Resmi Rilis 3 Seri Mate 20 Secara Global di London

    Dengan banyak orang berkumpul di Pavilion Kuala Lumpur, Huawei Mate 20 dan Mate 20 Pro datang ke Malaysia masing-masing dengan harga RM2799 (Rp 10,2 juta)  dan RM3599 (Rp 13,1 juta).

    Juga datang ke Malaysia adalah Huawei MateBook X Pro dengan Intel Core i7 Generasi 8 dari RM6999 (Rp 25,5 juta). MateBook X Pro dengan Intel Core i5 masuk seharga RM4999 (Rp 18,2 juta) sementara MateBook D dijual RM2999 (Rp10,9 juta). Freebies seperti Mouse Bluetooth, Huawei Backpack, Leather sleeve case dan satu tahun langganan Microsoft Office 365 juga disertakan.

    Sementara Huawei Malaysia sudah dipersiapkan dengan baik untuk kerumunan besar pengguna seri Huawei Mate 20, seri Huawei Matebook secara tak terduga terjual habis pada hari pertama penjualan, menurut laporan Technave.

    Huawei Mate 20 series diluncurkan di London pada 16 Oktober, bersama tiga varian ponsel lainnya, yaitu Mate 20 Pro, Porsche Design Mate 20 RS, dan Mate 20X.

    Huawei telah mengumumkan bahwa Huawei Mate 20 series akan segera dijual di negara-negara termasuk Inggris, Prancis, Italia dan Uni Emirat Arab. Namun, menurut laporan oleh The Star, Malaysia akan menjadi yang pertama menerima perangkat.

    TECHNAVE | FIRSTPOST


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.