Lawan Eksploitasi Anak, Facebook Hapus 8,7 Juta Konten

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Facebook berupaya untuk menjaga anak-anak tetap aman di platform Facebook. Platform besutan Mark Zukerberg itu tidak mentolerir perilaku atau konten yang mengeksploitasi anak di dunia online.

    Baca: Facebook Hapus 82 Halaman dan Akun Terkait Kampanye Iran
    Baca: Facebook akan Gelar Kursus Developer Tahun Depan
    Baca: Tips Teknologi: Jika Akun Facebook Jadi Korban Hacker

    "Kami mengembangkan program keselamatan dan sumber daya edukasi dengan lebih dari 400 organisasi di dunia untuk menjadikan internet tempat yang aman bagi anak-anak. Selama bertahun-tahun, pekerjaan kami telah mencakup penggunaan teknologi pencocokan foto, menghentikan agar tidak ada gambar eksploitasi anak," ujar Global Head of Safety Facebook Antigone Davis, dalam keterangan tertulis, Ahad, 28 Oktober 2018.

    Facebook juga melaporkan pelanggaran kepada National Center for Missing and Exploited Children (NCMEC), dan membatasi anak berusia minimal 13 tahun untuk dapat menggunakan layanan Facebook.

    Selain teknologi pencocokan foto, Facebook juga menggunakan kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin untuk secara proaktif mendeteksi ketelanjangan anak dan konten eksploitasi anak yang tidak diketahui sebelumnya ketika diunggah.

    "Kami menggunakan ini dan teknologi lainnya untuk mengidentifikasi konten dengan lebih cepat dan melaporkannya ke NCMEC, serta mengidentifikasi akun yang terlibat dalam potensi interaksi yang tidak sesuai dengan anak di Facebook, sehingga kami dapat menghapusnya dan mencegah bahaya lain," kata Davis.

    Standar Komunitas Facebook telah melarang eksploitasi anak dan digunakan untuk mencegah potensi kekerasan. Raksasa media sosial itu juga mengambil tindakan terhadap konten non-seksual, seperti anak yang terlihat saat mandi.

    Dengan pendekatan komprehensif ini, kata Davis, dalam tiga bulan yang lalu saja, Facebook sudah menghapus 8,7 juta konten di Facebook yang melanggar kebijakan ketelanjangan anak dan eksploitasi seksual anak. Mayoritas 99 persen di antaranya dihapus sebelum seseorang melaporkannya.

    "Kami juga menghapus akun yang mempromosikan jenis konten ini. Kami memiliki tim yang dilatih khusus dengan latar belakang penegakan hukum, keselamatan online, analitik, dan investigasi forensik, yang meninjau konten dan melaporkan temuan kepada NCMEC," tambah Davis.

    "Selanjutnya, NCMEC menyelidiki dengan badan penegakan hukum di dunia untuk membantu korban dan organisasi mengembangkan perangkat lunak untuk memprioritaskan laporan," ujarnya.

    Facebook juga berkolaborasi dengan pakar keselamatan, NGO, dan perusahaan lainnya untuk menghentikan dan mencegah eksploitasi seksual anak di semua teknologi online. Misalnya, Davis melanjutkan, Facebook berkolaborasi dengan Tech Coalition untuk memberantas eksploitasi anak di dunia online, Internet Watch Foundation, dan beberapa pemangku kepentingan WePROTECT Global Alliance untuk mengakhiri eksploitasi anak di dunia online.

    "Bulan depan, Facebook akan bergabung dengan Microsoft dan partner industri lainnya untuk mulai membuat alat untuk perusahaan yang lebih kecil. Hal itu dilakukan untuk mencegah orang dewasa mendekati anak-anak dalam konteks negatif di dunia online," lanjut Davis.

    Simak artikel menarik lainnya tentang teknologi Facebook hanya di kanal Tekno Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cegah Covid-19, Kenali Masker Kain, Bedah, N95, dan Respirator

    Seorang dokter spesialis paru RSUP Persahabatan membenarkan efektifitas masker untuk menangkal Covid-19. Tiap jenis masker memiliki karakter berbeda.