Kamis, 15 November 2018

Mengenal Aplikasi PrinterQoe, Layanan Cetak Online

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Head of PrinterQoe Fanda Vionita mempresentasikan aplikasi PrinterQoe di Jakarta, Rabu, 31 Oktober 2018. Kredit: Tempo/Khory

    Head of PrinterQoe Fanda Vionita mempresentasikan aplikasi PrinterQoe di Jakarta, Rabu, 31 Oktober 2018. Kredit: Tempo/Khory

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Astragraphia Xprins Indonesia (AXI) memperkenalkan aplikasi PrinterQoe, layanan online printing marketplace terbesar yang bisa diakses melalui website dan aplikasi mobile dengan menghubungkan lebih dari 1.500 printer di area Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi.

    Baca: Aplikasi Kaaba Wakili Indonesia pada Ajang GIES 6 di Dubai

    "Mencetak adalah kebutuhan yang lumrah, pasar online printing secara global akan mencapai 30,5 miliar dolar atau Rp 460 triliun. Tingginya hal itu karena perubahan data perilaku pelanggan. Perubahan ini kami percaya bahwa di Indonesia akan terjadi, kita sudah dimanjakan dengan online dari kendaraan umum pakai online, mau makan pakai online," ujar Head of PrinterQoe Fanda Vionita, di Jakarta Pusat, Rabu, 31 Oktober 2018.

    PrinterQoe menjadi game changer bagi industri cetak dokumen di Indonesia dengan merespons cepat kebutuhan pengguna seperti pelaku bisnis, mahasiswa, digital nomad dan startup. Kehadiran PrinterQoe melengkapi inovasi produk digital AXI lainnya yang lebih dulu hadir seperti AXIQoe, CourierQoe dan SpoQoe.

    PrinterQoe hadir untuk menjawab kebutuhan cetak dokumen secara cepat, praktis dan berkualitas. Berdasarkan laporan Association for Print Technologies 2018, diperkirakan pasar online printing di dunia mencapai US$ 30,5 miliar pada 2023. Tingginya angka tersebut didorong oleh perubahan perilaku pengguna offline ke online printing.

    "Sama halnya dengan aktivitas printing, hal ini juga ditangkap oleh penerima jasa cetak. Terdapat 45 persen fitur unggulan yang membantu pelanggan adalah dengan menggunakan cloud printing dan mobile printing," tambah Fanda. "Kami tidak hanya melihat dari peluang jasa saja tapi berinisiatif seperti startup yang muncul saat ini. Saya yakin sekarang sudah serba mobile bahkan bekerja bisa di manapun dan kapanpun dan tren mobile sangat berkembang."

    Data dari Zipcon Consulting menyebutkan rasio volume online printing di Asia Pasifik tumbuh dari 8 persen pada 2014 menjadi 32 persen pada 2020. Di Indonesia sendiri, menurut survei yang dilakukan IDC, terdapat 45 persen penyedia jasa cetak menyatakan bahwa mobile printing akan menjadi fitur unggulan untuk menjawab kebutuhan masa depan.

    Aplikasi tersebut sudah bisa diunduh melalui sistem operasi Android maupun iOS. Setelah mengunduh, pengguna bisa langsung menggunakannya dengan cara membuka aplikasi tersebut, cari lokasi tempat print terdekat, setelah itu unggah data yang ingin diprint, pilih kertas lalu ketuk print dan data langsung bisa diprint.

    "Konsumen bisa mengambil langsung ke tempat jasa printing atau meminta dikirimkan melalui jasa pengiriman ojek online. Tapi ke depan kami akan mengembangkan lagi, sama halnya dengan sistem pembayaran bisa tunai atau melalui transfer," lanjut Fanda.

    Simak artikel lainnya tentang aplikasi PrinterQoe di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pokemon 'Hidup' Dalam Detektif Pikachu

    Hollywood baru saja mengadaptasi karakter favorit dunia dari kartun Pokemon, Pikachu, ke dalam film layar lebar.