Sabtu, 17 November 2018

Tips Memotret Pakai Smartphone dari Xiaomi: Mengenal Komposisi

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Delegasi menggunakan smartphone mereka untuk memotret Presiden Rusia Vladimir Putin, di sesi dialog dengan delegasi selama CEO APEC Summit, di Cina National Convention Center, Beijing, Cina, 10 November 2014. AP/Andy Wong

    Delegasi menggunakan smartphone mereka untuk memotret Presiden Rusia Vladimir Putin, di sesi dialog dengan delegasi selama CEO APEC Summit, di Cina National Convention Center, Beijing, Cina, 10 November 2014. AP/Andy Wong

    TEMPO.CO, Jakarta - Produsen smartphone, Xiaomi, menggelar workshop fotografi bagi para awak media. Workshop tersebut menghadirkan potrait fotografer, Denny Chan, yang memberikan materi tentang bagaimana teknik fotografi dengan memahami komposisi.

    Baca juga: Baru Dirilis, Ini 5 Fakta Menarik Xiaomi Mi Mix 3

    "Komposisi yang umum digunakan adalah rule of third, bahkah ada juga pengaturannya di smartphone," ujar Denny, di ONNI Cafe, Tanjung Duren, Jakarta Utara, Rabu, 31 Oktober 2018. "Untuk mentukan komposisi yang baik kita harus tahu dulu objek yang akan diambil".

    Teknik komposisi tidak hanya bisa digunakan dengan memakai kamera profesional, tapi bisa juga menggunakan kamera yang ada di smartphone. Untuk menentukan komposisi kita harus tau bagaimana komposisi yang pas dan cocok untuk hasil gambar yang ingin kita unggah. Berikut komposisi yang dijelaskan Denny dalam workshop tersebut:

    Baca juga: Bentuk Xiaomi Black Shark 2 Bocor, Simak Videonya

    1. Rule of third
    Inti dari Rule of Thirds adalah garis bantu untuk membagai frame foto menjadi sembilan bagian yang sama besar, dengan menarik dua garis sejajar pada horizon dan dua garis sejajar pada vertikal. "Garis tersebut adalah garis bantu yang akan memposisikan objek atau garis horizon hingga gambar yang dihasilkan menjadi lebih proporsional dan lebih menarik," kata Denny.

    Dengan konsep komposisi tersebut, kita akan memahami bagaimana meletakkan horizon di garis horisontal. Pemilihan garis atas atau bawah umumnya ditentukan mana yang lebih menarik, langit atau daratannya. Misalnya ada awan dan refleksi awan yang sama-sama menarik, Anda bisa memilih mana yang sekiranya lebih menarik.

    2. Golden ratio
    Komposisi ini agak rumit, kata Denny, golden ratip atau rasio emas ini merupakan susunan foto dimana subyek utama diletakkan pada titik persimpangan dua garis horisontal yang memiliki perbandingan 1:1,6 atau 38/62.

    Anda harus memperhatikan titik pertemuan antara garis diagonal. Jika diamati, komposisi rules of thirds yang terkenal itu adalah penyederhanaan dari komposisi golden ratio.

    3. Golden triangle
    Golden triangle baik untuk digunakan ketika subjek yang difoto mengandung elemen garis diagonal yang kuat. Golden triangle dapat dibentuk dengan membagi foto menjadi tiga buah segitiga. Komposisi ini dapat digunakan untuk semua jenis genre fotografi, seperti portrait, landscape, macro, dan lain sebagainya.

    Untuk menggunakan komposisi tersebut, hal yang harus lakukan adalah membayangkan garis diagonal yang membelah foto untuk membentuk segitiga. Garis diagonal tersebut tidak harus presisi, karena akan cukup sulit mendapatkannya. Anda hanya perlu mengira-ngira saja.

    4. Symmetrical
    Komposisi foto ini meletakkan objek dan membagi bidang foto sama rata kanan dan kiri sehingga terlihat simetris, biasanya objek berada di bagian tengah.

    Baca juga: Resmi Rilis di Cina, Kamera Xiaomi Mi Mix 3 Mirip OPPO Find X

    5. Lines atau garis-garis
    Teknik ini membantu mata untuk tertuju pada titik pusat dan fokus perhatian yang ada di beberapa elemen penting pada sebuah gambar atau foto. Teknik ini juga membantu menciptakan sebuah ilusi kedalaman atau ilusi jarak dalam sebuah komposisi.

    6. Pattern
    Patterns atau pola dapat kita temui di manapun, baik berupa buatan tangan manusia maupun hasil kreasi alam. Sebuah pola dapat secara visual kita lihat karena pola menyajikan harmoni dan irama tertentu. Komposisi ini merupakan sesuatu yang harmonis dan berirama dapat membuat kita merasakan nuansa tertentu.

    7. Negative space
    Negative space adalah ruang di sekitar objek dari suatu gambar. Negative space biasanya mempunyai ruang yang lebih dominan dibanding dengan objek utama. "Biasanya digunakan untuk memotret menu makanan, atau iklan sebuah produk dengan background satu warna dan meletaknya produk di bagian tengah," lanjut Denny.

    8. Framing
    Komposisi ini biasanya memanfaatkan objek yang berbentuk kotak, lingkaran atau bidang lain dan ditengahnya menjadi terdapat titik objek sebagai fokus utama. Hal ini dapat membuat Anda menjadi benar-benar fokus pada subyek utama tanpa adanya hal-hal yang mengganggu.

    Teknik ini seringkali digunakan dalam jarak yang sangat dekat. Dalam beberapa contoh, teknik ini dapat menghasilkan sebuah hasil foto yang orisinal dengan komposisi yang menarik.

    Baca juga: 5 Alasan Kenapa Xiaomi Pocophone F1 Memang Smartphone Berkelas

    Simak artikel menarik lainnya seputar smartphone Xiaomi hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.