Kamis, 15 November 2018

Review Plantronics BackBeat Go 605

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Headset Plantronics BackBeat GO 605. Tempo/Fardi Bestari

    Headset Plantronics BackBeat GO 605. Tempo/Fardi Bestari

    TEMPO.CO, Jakarta - Kali ini Tempo berkesempatan melakukan review Plantronics BackBeat Go 605, headphone nirkabel over-ear yang dirilis di Indonesia September 2018. Di dalam kotak tipis--seperti bukan berisi headphone--ada kantong berwarna abu-abu berbahan kanvas yang berisi satu unit headphone, kabel charger, kabel jack 3,5mm untuk menyambungkan dengan pemutar musik (jika Anda tidak mau menggunakan mode bluetooth), kartu garansi, dan buku pemandu pemakaian.

    Baca juga: Plantronics Rilis Headphone Nirkabel BackBeat GO 600

    Hal pertama yang membuat headphone ini menarik adalah beratnya yang sangat ringan (181 gram), serasa hampir tidak memakai headphone on-ear sama sekali. Mungkin karena bahan utamanya plastik polikarbonat.

    Berikut review lengkapnya:

    Headset Plantronics BackBeat GO 605. Tempo/Fardi Bestari

    Baca juga: Review Vivo V11 Pro: Smartphone dengan Fingerprint Layar Pertama

    Desain

    Headset Plantronics BackBeat GO 605. Tempo/Fardi Bestari

    Dari segi desain, BackBeat Go 605 cukup futuristik dengan patahan yang terlihat aerodinamis digabung dengan warna hitam metalik. Paduan ini membuatnya seperti headphone premium dan tampak kokoh. Sayangnya, bahan polikarbonat yang dipakai tampaknya sangat mudah tergores, terlebih di bagian mangkok telinga (earcup).

    Kanan dan kiri ditunjukkan dengan huruf "L" dan "R" di bagian dalam earcup. Plantronics sangat tepat menggunakan tombol fisik di seri ini. Selain teknologi touch screen cukup mahal (dan pasti akan membuat harga unit meningkat), juga sangat sensitif yang akan membuat lagu akan berpindah dengan sendiri saat menerima sedikit sentuhan. Tentunya hal itu sangat mengganggu.

    Di earcup sebelah kiri terdapat tombol "play/pause", "backward/rewind", dan tombol volume. Di bagian bawah earcup ada colokan untuk pengisian daya headphone dan port jack 3,5mm. Sedangkan earcup bagian kanan terdapat tombol power/bluetooth mode, tombol untuk menjawab/mengakhiri panggilan telepon, dan tombol untuk mengaktifkan fitur bass. Namun, tombol bass tersebut, sejujurnya tidak perlu disematkan karena fitur bass tidak terlalu berpengaruh. Jadi, tidak ada bedanya meski fitur ini menyala.

    Busa di earcup pun sangat nyaman saat dipakai. Tidak sesak. Tidak longgar. Pas! Ikat kepalanya headphone pun juga dirancang pas dengan kepala. Ringan karena menggunakan bahan polikarbonat. Sayangnya, material tersebut tidak diimbangi dengan fitur noise cancelling, yang membuat suara-suara dari luar masih masuk meski volume sudah disetel maksimal. Plantronics BackBeat Go 605 juga tidak mendukung anti-air atau anti-debu. Sangat rentan rusak karena kotor ataupun kena keringat dari rambut.

    Baca juga: Review Sony WF-1000x: Fitur Noise Cancelling Tiada Tanding

    Kinerja

    Headset Plantronics BackBeat GO 605. Tempo/Fardi Bestari

    Pepatah bahasa Jawa ono rego ono rupo (ada harga ada rupa) sanga cocok disematkan untuk Plantronics BackBeat Go 605. Dengan harga Rp 1,699 juta, seri headphone over-ear wireless ini memang terbilang terjangkau ketimbang produk dari brand lain. Ini jadi nilai plus tersendiri untuk BackBeat Go 605. Namun, harga tersebut jadi mahal jika melihat performanya.

    Fitur bass boost yang tidak begitu efektif. Baik terhubung melalui kabel ataupun bluetooth, fitur ini terasa kurang nendang, terlebih saat digunakan untuk mendengarkan musik begenre progressive metal. Pukulan drum dan betotan bass yang kental di musik ini terdengar kurang powerfull. Efek bass baru kentara saat volume disetel full. Itupun mengorbankan beberapa efek suara nuansa yang muncul dalam musik-musik bergenre oriental.

    Meski begitu, Plantronics BackBeat Go 605 menawarkan suara yang seimbang dalam mode bluetooth. Artinya, tidak susul-menyusul antara suara yang kiri dan yang kanan. Headphone ini sejujurnya bagus, tapi memang bukan yang hebat. Secara keseluruhan kinerjanya normal.

    Baca juga: Review Gadget Galaxy J7 Plus: Kamera Ganda Diafragma Besar

    Headset Plantronics BackBeat GO 605. Tempo/Fardi Bestari

    Menemukan headphone over-ear wireless dengan harga Rp 1,699 juta memang sangat sulit. Dengan harga segitu, kekurangan desain dan performa tampaknya jadi nomor dua.

    Apakah ada alternatif lain? Tentu ada, yakni JBL E55BT dan Marshall Mid Bluetooth. Tapi keduanya dijual dengan harga lebih tinggi, yakni pada kisaran RP 2,8 juta. Atau kalau mau harga sepadan dengan Plantronics BackBeat Go 605 ada Audio Technica ATH-AD700X yang belum mengusung teknologi wireless.

    Kelebihan
    - Headphone bluetooth ringan dan nyaman.
    - Layak untuk teman bekerja ataupun menelepon.
    - Pouch untuk membawa unit dan kabel charger.
    - Mikrofon dengan wideband yang menjamin kejernihan suara saat menjawab telepon, mengakses Siri, Goole Now, atau Cortana.

    Kekurangan
    Nuansa bassnya kurang nendang.

    Kesimpulan
    Jangan berharap sesuatu yang "wow" dari Plantronics BackBeat 600. Karena masih banyak "bolong" di sana-sini. Namun setidaknya, dalam kisaran harga Rp 1.699.000, BackBeat 600 sudah sangat baik.

    Headset Plantronics BackBeat GO 605. Tempo/Fardi Bestari

    Baca juga: Review Jabra Elite 25e: Dunia Baru dalam Menikmati Musik

    Simak artikel menarik lainnya tentang Plantronics BackBeat Go 605 hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pokemon 'Hidup' Dalam Detektif Pikachu

    Hollywood baru saja mengadaptasi karakter favorit dunia dari kartun Pokemon, Pikachu, ke dalam film layar lebar.