Kamis, 15 November 2018

BMKG Prediksi Curah Hujan Sepekan Tinggi, Ini Penyebabnya

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengamati arah angin melalui monitor di kantor BMKG Banyuwangi, Jawa Timur, 29 November 2017. Berdasarkan pantauan satelit, secara perlahan arah hembusan siklon tropis cempaka mulai mengarah ke selatan Pulau Jawa. ANTARA

    Petugas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengamati arah angin melalui monitor di kantor BMKG Banyuwangi, Jawa Timur, 29 November 2017. Berdasarkan pantauan satelit, secara perlahan arah hembusan siklon tropis cempaka mulai mengarah ke selatan Pulau Jawa. ANTARA

    TEMPO.CO, Bandung - Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan dalam di beberapa wilayah Indonesia sepanjang 5-9 November 2018 meningkat. Curah hujan di wilayah Sumatera, Kalimantan, Papua, hingga saat ini masih tinggi. Sedangkan di Jawa, potensi hujan lebat dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.

    Baca juga: BMKG: Curah Hujan Meningkat dalam Sepekan Ini

    Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono R. Prabowo lewat siaran pers yang diterima menyebut beberapa faktor peningkatan curah hujan di Indonesia hingga tiga hari ke depan. Sebab pertama yaitu melemahnya aktivitas aliran massa udara kering dari Australia.

    Kedua, terbentuknya area pertemuan angin di wilayah Jawa. Faktor ketiga, yaitu dan masih adanya pola sirkulasi siklonik di sekitar wilayah Perairan Barat Sumatera, Kalimantan dan Perairan Kepulauan Natuna.

    Baca juga: BMKG: Potensi Gelombang Tinggi 3 Meter di Pelabuhan Krui Lampung

    Ketiga faktor itu membuat curah hujan di wilayah Sumatera dan Kalimantan hingga saat ini masih tinggi intensitasnya. "Hujan yang memiliki kisaran lebih dari 20 milimeter per hari masih berada di wilayah Sumatera, Kalimantan serta Papua," katanya Senin, 5 November 2018.

    Mulyono juga mengatakan, dalam tiga hari ke depan konsentrasi curah hujan meluas ke wilayah Jawa. Penyebabnya adalah perlambatan dan area pertemuan angin yang memanjang dari Jawa bagian timur hingga barat sehingga meningkatkan kelembapan udara di wilayah Jawa.

    "Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang di sekitar wilayah Indonesia dalam periode beberapa hari kedepan," katanya. Kondisi itu berpotensi muncul juga seperti di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Lampung, se-Pulau Jawa, Kalimantan, Maluku, dan Papua.

    Baca juga: BMKG Peringatkan 9 Daerah Jabar Berpotensi Hujan Angin dan Petir

    Potensi gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter diperkirakan terjadi di perairan Enggano-Bengkulu, perairan barat Lampung, Samudera Hindia barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Jawa hingga Lombok, Selat Bali dan Selat Lombok bagian selatan.

    Mulyono mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin.

    Baca juga: Angin Kencang dan Sambaran Petir di Bogor, Ini Kata BMKG

    Simak kabar terbaru seputar curah hujan tinggi hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Horor Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi

    Satu keluarga dibunuh di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Selasa, 12 November 2018.