Beginilah Pawang Hujan ala Negeri Cina: Pakai Satelit Cuaca

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagian dari satelit cuaca Cina yang akan beroperasi pada 2022. Satelit ini akan bisa memindahkan hujan. (qz.com)

    Bagian dari satelit cuaca Cina yang akan beroperasi pada 2022. Satelit ini akan bisa memindahkan hujan. (qz.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia memiliki satu profesi unik, yakni pawang hujan. Konon, orang yang menguasai "ilmu" tersebut mampu memindahkan awan hujan ke tempat lain. Tapi tentunya profesi ini belum terbukti secara saintifik. Hanya, fenomena ini bisa dilihat sebagai kearifan lokal.

    Baca juga: Kisah Pawang Hujan; Lempar Kolor, Hujan Molor

    Nah, Cina juga sebentar lagi juga akan punya pawang hujan. Tapi bukan orang yang "mengendalikan" awan hujan tersebut, melainkan teknologi canggih: satelit. Tim ilmuwan Negeri Tiongkok sedang menyiapkan satelit yang mengubah cuaca.

    Seperti dilansir laman Mirror.co.uk, 9 November 2018, proyek ambisius yang diharapkan para pejabat akan beroperasi dalam waktu empat tahun mendatang, akan membuat uap air bergeser dari wilayah barat yang basah, ke arah timur yang lebih kering.

    Baca juga: Jakarta Zaman Baheula, Pawang Hujan Dikerangkeng

    Sebanyak enam satelit akan menciptakan koridor atmosfer yang membuat awan dapat bergerak bersama. Proyek ini diberi nama "Tianhe", yang berarti sungai langit.

    Sebuah laporan Yicai Global mengungkap teknologi satelit yang dikembangkan Shanghai Academy of Spaceflight Technology ini diharapkan akan beroperasi pada 2022. Dua satelit pertama dijadwalkan berada di luar angkasa dua tahun sebelumnya.

    Satelit-satelit Tianhe-1 akan mampu mendeteksi air di udara dan memindahkan air ke daerah utara Sanjiangyuan di Provinsi Qinghai. Tetesan air kecil di awan akan diangkut dalam jarak ribuan kilometer.

    Baca juga: Pemerintah Gunakan Data Satelit Hitung Luas Sawah

    Prototipe satelit dan pemodelan cuaca telah dipamerkan di Zhuhai Airshow. Pameran ini menampilkan industri penerbangan superpower. Para ilmuwan yakin mereka bisa mengembangkan 'sungai langit' untuk beroperasi.

    Uap air bergerak ke arah tertentu karena perubahan tekanan dan kondisi pengendapan. Satelit akan memindahkan awan air ke Samudera Hindia bagian barat, Samudera Hindia bagian timur, Dataran Tinggi Yunnan-Guizhou Cina dan sebagian Asia Tengah.

    Baca juga: Satelit Mini Seukuran Kotak Sepatu Ini Diluncurkan Ke Mars

    Simak artikel menarik lainnya seputar satelit cuaca Cina hanya di kanal Tekno Tempo.co.

    MIRROR.CO.UK | YICAI GLOBAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uang Djoko Tjandra untuk Gaya Hidup Jaksa Pinangki

    Tersangka kasus suap Jaksa Pinangki Sirna Malasari diduga menerima uang banyak untuk mengurus fatwa bebas Djoko Tjandra