Menang LINE Creative 2018, Developer Indonesia ke Final di Jepang

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ica Ica memenangkan kompetisi LINE Creative 2018 bertema 'Bangga Indonesia' dan berhak mengikuti putaran final LINE BOOT 2018 di Jepang. Kredit: Istimewa

    Ica Ica memenangkan kompetisi LINE Creative 2018 bertema 'Bangga Indonesia' dan berhak mengikuti putaran final LINE BOOT 2018 di Jepang. Kredit: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Chatbot Ica Ica memenangkan kompetisi LINE Creative 2018 bertema 'Bangga Indonesia' dan berhak mengikuti putaran final LINE BOOT 2018 di Jepang. Ica Ica pun menerima penghargaan tertinggi dengan terpilih sebagai Grand Prize Winner bersama dengan Toubans yang mendapatkan skor penilaian yang sama.

    Baca: LINE Luncurkan 8 Stiker Animasi Jonatan Christie
    Baca: LINE Webtoonist Day Digelar Akhir Pekan Ini, Ada Animator Lokal

    "Melalui kompetisi chatbot di LINE Creative 2018, kami tidak hanya memberikan kesempatan kepada pengembang di Indonesia untuk meningkatkan kapasitas, serta bakat melalui karya chatbot yang dapat menunjang kehidupan masyarakat, tapi juga ingin menyediakan peluang agar pengembang kita bisa bersaing dalam skala global," ujar Managing Director LINE Indonesia Dale Kim, dalam keterangan tertulis, Rabu, 14 November 2018.

    Kompetisi Chatbot tersebut menghadirkan lima kategori, yakni Hiburan (Fun), Produktivitas (Productivity), Wawasan (Knowledge), Pelajar (Student), dan Prototipe (Prototype). Sementar Ica Ica menjadi pemenang pertama pada kategori Fun.

    LINE BOOT Awards 2018 merupakan kompetisi para pengembang dengan menggunakan LINE Messaging API dengan tujuan menghasilkan serangkaian layanan komunikasi baru. Berbagai layanan baru yang dihasilkan diharapkan dapat disukai oleh banyak orang, sehingga mampu menciptakan komunikasi antara manusia dengan informasi dan layanan-layanan lainnya.

    "Pada ajang LINE BOOT Awards 2018, Ica Ica berhasil terpilih sebagai penerima Grand Prize Winner, sehingga hal ini membuktikan jika pengembang lokal di Indonesia pun memiliki kapasitas untuk bersaing dengan pengembang-pengembang lain dalam skala internasional," kata Kim.

    Pada ajang ini, Ica Ica harus bersaing dengan 1.125 chatbot yang berasal dari Jepang, Thailand, Taiwan, dan Indonesia. Ica Ica adalah LINE chatbot yang dikembangkan oleh Perdy Ferdiansyah dan Nessa Ramadan yang bertujuan untuk menghibur serta menghilangkan kebosanan pengguna dengan tujuan mencari teman atau jodoh.

    LINE BOOT Awards 2018 mengundang para pengembang, baik yang berasal dari perusahaan, kelompok, maupun individu untuk mengembangkan chatbot yang dapat bermanfaat bagi penggunanya di berbagai kategori. Adapun sejumlah kategori yang diusung di ajang ini adalah Family, Casual, Student, Business atau Work, Group, Home Hacking, dan Engineer. Bagi penerima Grand Prize Winner, ajang ini menghadiahkan uang tunai yang mencapai 10 juta Yen setara Rp 1,3 miliar.

    "Ica Ica memiliki sejumlah fitur menarik, seperti Cari Jodoh, Family 100, Cari Kata, Tebak Kata, Adu Penalti, Sambung Kata, dan Tebak Lagu. Hingga saat ini Ica Ica telah digunakan oleh lebih dari 1,2 juta pengguna," tambah Kim. "Tidak hanya itu, Ica Ica juga menyediakan fitur leaderboard sehingga mendorong penggunanya untuk berkompetisi menjadi yang terbaik pada gim di dalam chatbot ini".

    Hal yang mengejutkan dari Ica Ica, kata Kim, adalah cara monetisasi chatbot dengan menawarkan iklan serta fitur-fitur premium di dalamnya. Adapun pemasukan Ica Ica kini telah melebihi biaya operasionalnya. LINE memiliki misi Closing the Distance yang bertujuan untuk mendekatkan jarak antara manusia dengan berbagai layanan dan informasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ekspor Benih Lobster, dari Susi Pudjiastuti hingga Edhy Prabowo

    Kronologi ekspor benih lobster dibuka kembali oleh Edhy Prabowo melalui peraturan menteri yang mencabut larangan yang dibuat Susi Pudjiastuti.