Tidak Ikut E3, Sony Batal Rilis PlayStation 5?

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PS4 Pro merupakan konsol game terbaik dengan kombinasi perangkat keras yang bagus, game hebat, dan penawaran online. Satu-satunya yang menghentikan PS4 Pro dari konsol utama adalah penghilangan drive Ultra HD Blu-ray. Expertreviews.co.uk

    PS4 Pro merupakan konsol game terbaik dengan kombinasi perangkat keras yang bagus, game hebat, dan penawaran online. Satu-satunya yang menghentikan PS4 Pro dari konsol utama adalah penghilangan drive Ultra HD Blu-ray. Expertreviews.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Sony Interactive Entertainment, perusahaan video game ternama dikabarkan akan merilis perangkat game terbaru, PlayStation 5 (PS5). Menurut laman express.co.uk, Ahad, 18 November 2018, PS5 akan dikenalkan dalam gelaran Electronic Entertainment Expo (E3) 2019.

    Baca juga: Sony PlayStation 5 Bakal Hadir 2021?

    Informasi tersebut berawal dari penggemar PS Reddit RuthenicCookie4 yang mengatakan bahwa Sony akan memutuskan untuk berkonsentrasi pada PS5 dalam gelaran E3. Menurutnya gelaran E3 tahun depan akan menjadi bom yang sangat besar bagi penggemar PS.

    Bocoran tersebut kemungkinan memberi penjelasan tentang pengungkapan PS5 dan tanggal rilis. Selain itu, Sony diperkirakan akan memamerkan perangkat game konsol secara penuh di acara PlayStation Experience (PSX) yang digelar pada pertengahan 2019.

    Baca juga: Sony Perbarui Garansi Produk PlayStation di Indonesia

    PS5 digambarkan sebagai monster perangkat gaming. Developer Square Enix baru-baru ini mengonfirmasikan bahwa Luminous Productions sedang mengerjakan game triple-A anyar, atau yang pertama kalinya disebut sebagai PS5.

    Jika melihat agenda tersebut, PS5 tampaknya akan dirilis pada 2020. Sebelum PS5 dirilis 2020, maka akan memberikan Sony kesempatan untuk merilis sekumpulan terakhir eksklusif PS4. Berita itu muncul setelah Sony mengajukan paten untuk tipe baru pengendali DualShock, yang diyakini PS5.

    Menurut laman Game Informasi, PlayStation tidak akan memamerkan produk-produk terbaru mereka dalam gelaran Electronic Entertainment Expo (E3). Itu karena Sony memutuskan untuk mundur dari E3 dan menggelar pamerannya sendiri. Itu artinya, Sony tidak akan merilis PS5 di gelaran tersebut.

    Baca juga: Sony: Penjualan PS4 Dunia Capai 86,1 Juta, Software 777,9 Juta

    "Mengikuti perkembangan industri game saat ini, kami dari Sony Interactive Entertainment memutuskan untuk mencari cara lain dalam berinteraksi dengan komunitas yang ada," sebagaimana dikutip dari keterangan pers Sony Interactive Entertainment yang diterima Game Informer, Sabtu, 16 November 2018 waktu Indonesia.

    Sony belum mengungkapkan secara detil apa rencana mereka selanjutnya setelah mundur dari acara E3. Beberapa hal yang mereka ungkapkan hanyalah event terbaru mereka tidak akan dilangsungkan berdekatan dengan perhelatan E3 dan event baru tersebut akan bersifat inovatif serta eksperimental.

    Sony menambahkan bahwa mereka juga tidak memiliki rencana untuk menggelar perhelatan PlayStation Experience pada tahun ini. PlayStation Experience adalah pameran yang digelar Sony tiap dua pekan pertama Desember untuk memberikan "laporan akhir tahun" terkait game-game PlayStation 4 yang sudah maupun akan rilis serta hasil penjualan PS4.

    September lalu, Sony sudah mewanti-wanti fans bahwa kemungkinan besar tidak akan ada PlayStation Experience di tahun ini. Saat itu, Sony Interactive Entertainment Chairman Shawn Layden beralasan tidak ada cukup banyak hal yang bisa dilaporkan ataupun dipamerkan apabila PlayStation Experience digelar. "Tapi, tenang saja, kami sendiri tidak sabar untuk segera memberitahukan rencana kami selanjutnya kepada kalian," ucap Sony di keterangan tertulisnya.

    Baca juga: PUBG akan Hadir di PS4 Desember Mendatang?

    Simak artikel menarik lainnya seputar PlayStation 5 dan E3 hanya di kanal Tekno Tempo.co.

    ISTMAN MUSAHARUN PRAMADIB | GAME INFORMER | EXPRESS.CO.UK | REDDITH RUTHENICCOOKIE4 | SQUARE ENIX


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kasus Kartel Harga Tiket Pesawat Siap Disidangkan

    Komisi Pengawas Persaingan Usaha menduga mahalnya harga tiket pesawat disebabkan pasar oligopolistik. Citilink dan Lion Air diduga terlibat.