Begini Cara WhatsApp Tangkal Penyebaran Pesan Hoax

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi WhatsApp. (cdn.kalingatv.com)

    Ilustrasi WhatsApp. (cdn.kalingatv.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Aplikasi WhatsApp memiliki cara untuk menangkal penyebaran berita hoax yang beredar melalui berbagai grup WA atau pesan pribadi. Menurut laman independent.co.uk, beberapa waktu lalu, WhatsApp akan memberikan peringatan dan tanda kepada pengguna yang meneruskan pesan hoax itu.

    Baca juga: Jangan Pakai 5 Ponsel Ini, Sebentar Lagi Tak Dipakai WhatsApp

    Keputusan tersebut datang setelah sejumlah serangan pesan hoaks di India yang menuduh bahwa WhatsApp memicu penyebaran berita palsu. Pengguna harus memastikan bahwa aplikasi di smartphone sudah update versi terbaru. Menurut platform pesan besutan Facebook itu, jika ingin menyebarkan informasi melalui WhatsApp, harus diberikan konteks tambahan dan memahami dari mana pesan itu berasal. Hal itu, tertulis dalam blog WhatsApp, akhirnya akan menghentikan penyebaran informasi bohong.

    Pesan yang diteruskan akan sama persis dengan di sudut atas pesan terdapat tulisan miring 'Forward'. Artinya pengguna lain bisa tahu bahwa pesan tersebut merupakan terusan, tapi tidak menyertakan kepada siapa pesan itu dibagikan. WhatsApp juga memperingkan pengguna agar berhati-hati ketika meneruskan pesan.

    "Kami mendorong Anda untuk berpikir sebelum membagikan pesan yang diteruskan," tulis WhatsApp dalam postingan blog. "Anda juga harus melaporkan setiap spam atau pesan bermasalah yang diterima untuk memastikan penyebarannya dapat dihentikan."

    Baca juga: Iklan di Status, Pengguna Ancam Tinggalkan WhatsApp

    Selain membantu memberantas pesan dan berita palsu, pembaruan itu juga memudahkan untuk mengikuti percakapan. "Konteks ekstra ini akan membantu membuat obrolan individu dan grup lebih mudah diikuti," tulis WhatsApp.

    Juga, tertulis dalam blog, akan membantu pengguna menentukan apakah teman atau saudaranya menulis pesan yang dikirim merupakan pesan pribadi atau pesan yang berasal dari orang lain. Untuk melihat label baru yang diteruskan ini, pengguna harus memiliki versi terbaru WhatsApp.

    Pemerintah India telah meminta WhatsApp untuk bertindak agar menghentikan penyebaran pesan palsu setelah mengakibatkan pembunuhan yang mengerikan. Namun, pilihan yang tersedia untuk aplikasi ini relatif terbatas, karena memastikan bahwa pesan dienkripsi secara menyeluruh. Artinya, WhatsApp belum dapat melihat apa yang orang-orang kirim atau menghentikan pesan tertentu yang dibagikan.

    Baca juga: Cerita Mundurnya Neeraj Arora: Masuk WhatsApp Sejak 2011

    Simak kabar terbaru tentang pembaruan WhatsApp hanya di kanal Tekno Tempo.co.

    INDPENDENT.CO.UK | WHATSAPP BLOG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.