Studi: Smartphone 7 Kali Lebih Kotor Dibandingkan Dudukan Toilet

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria mendemonstrasikan penggunaan tise toilet yang digunakan untuk membersihkan layar ponsel, di Bandara Internasional Narita di Jepang, 28 Desember 2016. Bandara internasional tersebut menyediakan tisu khusus ponsel karena berdasarkan riset, ponsel memiliki lebih banyak kuman daripada tempat duduk toilet.  REUTERS/Toru Hanai

    Seorang pria mendemonstrasikan penggunaan tise toilet yang digunakan untuk membersihkan layar ponsel, di Bandara Internasional Narita di Jepang, 28 Desember 2016. Bandara internasional tersebut menyediakan tisu khusus ponsel karena berdasarkan riset, ponsel memiliki lebih banyak kuman daripada tempat duduk toilet. REUTERS/Toru Hanai

    TEMPO.CO, London - Sebuah penelitian mengungkap, smartphone rata-rata hampir tujuh kali lebih kotor daripada tempat duduk toilet.

    Baca: Analis: Smartphone 5G Samsung Galaxy S10 Pakai RAM 12 GB

    Ponsel dengan casing kulit menyimpan bakteri yang paling banyak. Meski demikian, smartphone dalam casing plastik bersih memiliki lebih dari enam kali lipat kuman yang ditemukan di dudukan toilet.

    Meskipun demikian, survei pekerja kantor menemukan dua dari lima orang membawa ponsel mereka ke kamar mandi di tempat kerja mereka.

    Perusahaan Initial Washroom Hygiene mengambil sampel dari smartphone menggunakan perangkat genggam yang memindai mikroba hidup yang muncul di permukaan.

    Sebuah toilet duduk yang dipindai dengan cara ini menunjukkan 220 titik di mana bakteri mengintai, tetapi rata-rata ponsel memiliki 1.479 titik.

    Profesor Hugh Pennington, profesor bidang bakteriologi di Universitas Aberdeen, mengatakan: "Menyeka smartphone hampir seperti memeriksa saputangan Anda untuk kuman - Anda kemungkinan akan menemukannya karena kontak fisik dekat yang Anda miliki dengan perangkat ini beberapa kali sehari."

    Akan ada norovirus di ponsel pada tahun ini, tetapi bug pada ponsel cerdas mungkin adalah bakteri milik orang itu sendiri sehingga kemungkinan penyakitnya menurun. "Namun mungkin tidak disarankan untuk memberikan ponsel pintar di antara orang-orang."

    Pada tahun 2011, para ilmuwan di London School of Hygiene & Tropical Medicine menemukan satu dari enam ponsel terkontaminasi dengan masalah feses, termasuk serangga E. coli yang dapat menyebabkan keracunan makanan dan serangga perut.

    Tahun sebelumnya, pengawas konsumen Which? telah memeriksa 30 ponsel, menyimpulkan bahwa bakteri itu mampu memberikan pemiliknya sakit perut yang serius.

    Penelitian terbaru mengamati 50 smartphone, merekam pembacaan bakteri tertinggi untuk sebuah smartphone dalam casing kulit, dan menunjukkan hampir 17 kali jumlah bakteri di dudukan toilet.

    Rata-rata untuk sebuah casing plastik adalah 1.454, yang hampir tujuh kali pembacaan untuk kuman toilet duduk.

    Para ahli percaya ponsel menjadi sangat kotor karena mereka dibawa ke kamar mandi, jadi terkena kuman yang sama seperti pegangan toilet dan dudukan toilet.

    Sebuah survei terhadap 2.000 orang oleh Initial Washroom Hygiene menemukan 40 persen orang mengaku menggunakan smartphone mereka saat berada di kamar mandi di tempat kerja.

    DAILY MAIL | THE IRISH SUN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.