Wahana OSIRIS-REx NASA Tiba di Sisi Asteroid Bennu

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wahana NASA Osiris-Rex mendekati asteriod Bennu. nasa.gov

    Ilustrasi wahana NASA Osiris-Rex mendekati asteriod Bennu. nasa.gov

    TEMPO.CO, Jakarta - Diluncurkan dua tahun lalu, pesawat ruang angkasa OSIRIS-REx milik NASA tiba di sisi asteroid Bennu pada hari Senin, 3 Desember 2018, sebagaimana dilaporkan The New York Times, Senin.

    Baca: Misi Osiris-Rex di Asteroid Bennu: Membongkar Misteri Semesta
    Baca: Wahana NASA Bakal Bertemu Asteroid Bennu Senin

    Space melaporkan OSIRIS-Rex akhirnya mencapai ruang angkasa sejauh sekitar 76 juta mil (122 juta kilometer) dari Bumi. Wahana itu bergerak ke asteroid Bennu yang berbentuk berlian Senin sekitar jam 12 malam EST (Selasa pukul 00.00 WIB), mengakhiri pengejaran kosmik yang berlangsung selama 27 bulan.

    Misi wahana ini adalah untuk mensurvei asteroid itu sebelum mengambil sampel sistem tata surya dari permukaan batu dan kemudian membawanya kembali ke Bumi di tahun-tahun mendatang.

    Dengan pembakaran mesin yang pendek, pesawat luar angkasa itu menyamai kecepatan dan arah Bennu.

    Beberapa menit setelah tengah hari, Javier Cerna, seorang insinyur sistem komunikasi di Lockheed Martin, yang membangun dan mengoperasikan pesawat ruang angkasa itu, mengumumkan, "Kami telah tiba."

    Kedatangan OSIRIS-Rex di Bennu tidak seperti pendaratan pesawat antariksa NASA InSight di permukaan Mars Senin lalu.

    Sebaliknya, OSIRIS-Rex menarik kecepatan rendah, dan momen kedatangannya agak kasar. Pesawat ruang angkasa itu memulai fase pendekatan misinya pada bulan Agustus ketika itu 1,2 juta mil dari Bennu.

    Pada hari Senin, posisi wahana itu hanya 12 mil (20 km) jauhnya, meskipun masih terlalu jauh untuk mengorbit asteroid. Tidak ada drama, hanya transisi yang mulus ke fase berikutnya dari misi.

    OSIRIS-Rex akan membuat serangkaian pelintasan asteroid itu pada kisaran 4,3 mil (7 km) untuk survei awal untuk lebih menentukan massa, laju putaran dan bentuknya.

    Selama pertemuan ini, OSIRIS-REx akan mempelajari Bennu secara mendalam, yang memungkinkan anggota tim untuk memastikan massa dan bentuk tepat asteroid setinggi 1.650 kaki (500 meter).

    "Sangat penting bagi kami untuk meluangkan waktu mengumpulkan data tersebut dan memastikan bahwa asumsi yang kita miliki ke orbit benar, untuk mengurangi risiko penyisipan yang tidak akurat," Wakil Kepala Peneliti OSIRIS-Rex, Heather Enos, dari Universitas dari Arizona, mengatakan kepada Space.com.

    Pada bulan Januari, pesawat ruang angkasa itu akan lebih dekat ke Bennu, antara 0,9 dan 1,2 mil, dan ditarik ke orbit di sekitar asteroid, yang akan menjadi obyek terkecil yang pernah diorbit oleh pesawat ruang angkasa.

    OSIRIS-Rex kemudian akan menghabiskan lebih dari satu tahun melakukan pengintaian asteroid Bennu, sebelum mencoba memantul dari permukaan dan mengumpulkan sampel asteroid pada pertengahan 2020.

    THE NEW YORK TIMES | SPACE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Sandiaga Uno Soal Tenaga Kerja Asing Tak Sebutkan Angka

    Sandiaga Uno tak menyebutkan jumlah Tenaga Kerja Asing dalam debat cawapres pada 17 Maret 2019. Begini rinciannya menurut Kementerian Ketenagakerjaan.