BATAN: Sosialisasi Teknologi Nuklir Perlu Peran Aktif Stakeholder

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Djarot Sulistio Wisnubroto, Kepala BATAN. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Djarot Sulistio Wisnubroto, Kepala BATAN. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Djarot Sulistio Wisnubroto mengatakan, perlu peran aktif dari seluruh stakeholder dalam mensosialisasikan teknologi nuklir kepada masyarakat.

    Baca: 3 Fakta Energi Nuklir di Indonesia
    Baca: BPPT: Penggunaan Energi Nuklir di Indonesia Terlambat
    Baca: DPR Buat RUU Energi Terbarukan untuk Nuklir

    Selain itu, tambahnya, memperbanyak dan memperkuat jejaring juga menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan sosialisasi teknologi nuklir.

    "Salah satu langkah kecil adalah menggunakan sebagian Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) untuk kegiatan promosi. Kalau itu bisa dilaksanakan, kita buat program yang konsisten, maka dampaknya akan luar biasa," ungkapnya usai menerima sertifikat sistem manajemen mutu K3 dari Sucofindo, Rabu 5 Desember 2018..

    Bertepatan dengan HUT BATAN ke-60 kali ini, kata Djarot, pihaknya sudah memulai kegiatan sejak beberapa bulan yang lalu dengan melibatkan masyarakat luas, khususnya yang berada di sekitar kawasan fasilitas nuklir.

    "Hal ini merupakan salah satu upaya mendekatkan teknologi nuklir kepada masyarakat. Saya berharap BATAN harus selalu menjadi lebih baik, terus berprestasi meskipun dengan berbagai keterbatasan yang dimilikinya," ujarnya.

    Menurut Djarot, untuk memajukan teknologi nuklir di Indonesia masih banyak tantangannya. Sebagian stakeholder, termasuk di pemerintahan, menurutnya, tidak memahami atau tidak ingin tahu soal BATAN.

    "Hal ini berimplikasi jauh bahwa ada kemungkinan produk kita tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.

    Djarot mengatakan Kementerian kesehatan juga bisa mempromosikan teknologi nuklir karena teknologi nuklir ini sehat dan tidak ada masalah.

    "Saya rasa masyarakat harus bisa memahami itu, saya tidak mau menyalahkan kementerian lain, tetapi tantangan kami juga meyakinkan mitra kami di dalam pemerintah untuk mempromosikan nuklir," tambahnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.