2 Senjata Google untuk Kurangi Konten Negatif di Indonesia

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Managing Director Google Indonesia Randy Mandrawan Jusuf, Menter Pariwisata Arief Yahya dan Head of Marketing Google Indonesia Veronica Utami dalam acara Google for Indonesia di Ciputra Artpreneur, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 4 Desember 2018. TEMPO/Khory

    Managing Director Google Indonesia Randy Mandrawan Jusuf, Menter Pariwisata Arief Yahya dan Head of Marketing Google Indonesia Veronica Utami dalam acara Google for Indonesia di Ciputra Artpreneur, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 4 Desember 2018. TEMPO/Khory

    TEMPO.CO, Jakarta - Google berkomitmen untuk mengenali berita bohong dan menghadirkan konten yang bersifat positif serta dapat dipercaya. "Kami melakukan investasi canggih untuk memastikan mencegah konten abal-abal," ujar Head of Marketing Google Indonesia Veronica Utami dalam acara Google for Indonesia di Ciputra Artpreneur, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 4 Desember 2018.

    Baca juga: Google Sudah Melatih 100 Ribu Developer Indonesia dalam 2 Tahun

    Pertama, Google mempersiapkan pemuda dan pelajar dengan memberikan pengetahuan untuk tetap aman dalam berselancar di dunia internet. Menurut Veronica, banyak anak muda yang menghadapi tekanan di dunia maya, seperti bulying dan radikalisme.

    Google menggelar program digital literasi kepada para pemuda dan pelajar, bekerja sama dengan program smart school online. Termasuk menginvestasikan dana sebesar US$ 875 ribu dari filantropinya, Google.org, untuk Maarif Institute, Peace Generation, RuangGuru Foundation, Love Frankie dan Cameo Project.

    "Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran dalam berselancar di dunia maya. dengan menciptakan kurikulum interaktif, kami akan menantikan bagaimana siswa menciptakan konten kreatif yang terbaik," kata Veronica.

    Baca juga: Langkah Google Mempermudah Akses Informasi Masyarakat

    Kedua, Google memberikan pelatihan terhadap jurnalis, membuat program challenge 'Google News Initiative'. Pemenang challenge tersebut akan mendapatkan suntikan dana untuk dapat mengembangkan medianya.

    "Informasi yang akurat sangat penting bagi masyarakat. Jurnalis dan bloger punya peran penting terhadap masayarakat yang mengkonsumsi informasi. Kami sudah melatih 2000 orang jurnalis di 22 kota, dan kami akan meneruskan hingaa 3000 jurnalis untuk tahun depan, bekerja sama dengan AJI dan Internews," tambah dia.

    Veronica berharap, dengan kerja sama yang sudah dilakukan Google, internet dapat dipenuhi dengan konten positif dan berkualitas. "Sehingga membuat masyarakat Indonesia menjadi maju rame-rame," kata dia.

    Baca juga: Gandeng Rombak Media dan Google, Tempo Bikin Lab Kinetic

    Simak berita menarik lainnya dari Google Indonesia hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.