Begini Cara Kaspersky Menyulap Rasa Cemas Generasi Z

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Generasi Milenial. jonathanbecher.com

    Ilustrasi Generasi Milenial. jonathanbecher.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Menurut studi Kaspsersky Lab terbaru, generasi Z adalah kelompok yang paling cemas di era digital. Karena itu, Kaspersky Lab, perusahaan keamanan siber, bekerja sama dengan bekerja sama dengan badan amal pemuda digital, The Mix, meluncurkan kampanye #AndOwningIt. Tujuannya untuk menyadarkan Generasi Z untuk bisa mengendalikan rasa cemas.

    Baca juga: Seperti Apa Generasi Z di Dunia Pekerjaan?

    "Mereka berusaha tumbuh di era digital yang belum pernah dihadapi generasi lain," ujar Managing Director Kaspersky Lab Eropa Ilijana Vavan, dalam keterangan tertulis, Rabu, 5 Desember 2018.

    Hal tersebut dilakukan karena menurut laporan Kaspersky Lab terbaru menunjukkan bahwa Generasi Z adalah kelompok yang paling merasa cemas saat ini. Kaspersky Lab mensurvei kelompok remaja usia 13 hingga 23 tahun sebanyak 1.003 orang di Inggris, untuk mengetahui lebih banyak mengenai kekhawatiran dan rasa cemas seperti apa yang mereka rasakan.

    Studi ini mengungkapkan bahwa perasaan cemas, atau kekhawatiran, dapat mempengaruhi perilaku anak muda, termasuk bagaimana cara mereka menggunakan media sosial. Sebagian besar kaum muda mengakui bahwa mereka khawatir tentang sesuatu dalam hidup mereka, bahkan mayoritas tidak mencari bantuan profesional untuk mengatasinya.

    Baca juga: 5 Pekerjaan Seru untuk Generasi Milenial, Apa Saja Itu?

    "Kampanye baru bertagar #AndOwningIt bertujuan membantu para kaum muda menjalani hidup yang lebih bahagia dengan memberdayakan diri agar mampu melawan rasa tidak aman. Dan meyakini bahwa perasaan tersebut bukanlah hambatan menuju kebahagiaan," kata Vavan.

    Kampanye ini didukung dengan kaos yang didesain khusus untuk menunjukkan ketidakamanan paling umum yang dirasakan kaum muda. Sehingga mendorong mereka untuk menerima perasaan tersebut dan memberanikan diri untuk memulai percakapan. Keuntungan dari penjualan kaos akan dikelola oleh The Mix.

    CEO The Mix Chris Martin menjelaskan bahwa, timnya dan Kaspersky Lab hanya melanjutkan peran penting dalam membantu generasi Z agar lebih terbuka terhadap kesehatan mental dan memberdayakan mereka untuk lebih berkembang. "Kami ingin semua orang memegang kendali atas aspek kehidupan mereka, meskipun banyaknya kritikan datang dari orang lain dan besarnya kecemasan yang dimiliki," tambah Martin.

    Baca juga: 5 Pekerjaan Seru untuk Generasi Milenial, Apa Saja Itu?

    Simak artikel menarik lainnya seputar generasi Z hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.