Rilis Berdekatan, Ini Beda ASUS ZenFone Max Pro M2 dan Realme U1

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ASUS ZenFone Max Pro M2. updated.de

    ASUS ZenFone Max Pro M2. updated.de

    TEMPO.CO, Jakarta - ASUS merilis ASUS ZenFone Max Pro M2 hari ini, Selasa, 11 Desember 2018. Kemarin, Realme juga baru saja merilis smartphone teranyar mereka, Realme U1.

    Baca juga: ASUS ZenFone Max Pro M2 Pakai Layar Gorilla Glass 6

    Kedua smartphone tersebut memiliki kelebihan masing-masing. Tempo merangkum perbedaan dari kedua smartphone yang dirilis berdekatan itu. Berikut ulasan lengkapnya:

    1. ASUS ZenFone Max Pro M2

    ASUS ZenFone Max Pro M2. shiftdelete.net

    ASUS ZenFone Max Pro M2 diluncurkan di Indonesia hari ini, Selasa, 11 Desember 2018. Smartphone penerus ZenFone Max Pro M1 ini tampil lebih powerful, karena dipersenjatai chipset Snapdragon 660.

    Chipset besutan Qualcomm itu memiliki kecepatan pemrosesan sebesar 1,95 GHz atau 100 MHz lebih tinggi dari Snapdragon 636 yang digunakan di ZenFone Max Pro M1. Chipset juga menggunakan CPU Kyro 260 yang dibangun dengan arsitektur ARM 14 nm FinFET. Dibandingkan generasi sebelumnya, Snapdragon 660 mampu menghadirkan performa hingga 20 persen lebih baik.

    Dari segi grafis, Snapdragon 660 menggunakan GPU Adreno 512 yang didukung berbagai teknologi grafis terkini. Kehadiran GPU Adreno 512 membuat ZenFone Max Pro M2 bisa tampil dengan performa grafis hingga 30 persen dari smartphone yang menggunakan GPU Adreno generasi sebelumnya.

    Ponsel pintar memiliki layar yang dilapisi Gorilla Glass 6, versi terbaru Gorilla Glass yang dikembangkan oleh Corning. Gorilla Glass memiliki reputasi yang baik dan banyak digunakan di berbagai smartphone untuk melindungi layar dari benturan. Bahkan pernah digunakan beberapa seri ZenFone kelas premium, serta kembali digunakan untuk melindungi ZenFone Max Pro M2.

    Menurut pihak Corning, Gorilla Glass 6 jauh lebih tangguh dari pendahulunya, tepatnya hingga 2 kali lebih kuat dari Gorilla Glass 5. Hal tersebut diketahui berdasarkan berbagai pengujian ketahanan di mana perangkat yang menggunakan Gorilla Glass 6 bisa bertahan dari drop test pada ketinggian 1 meter secara 15 kali berturut-turut.

    Baca juga: 4 Fakta Menarik Smartphone ASUS ZenFone Max Pro M1

    2. Realme U1

    Smartphone terbaru Realme U1 resmi dirilis di Indonesia, peluncuran dilakukan di Ciputra Artpreneur, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Senin, 10 Desember 2018. TEMPO/Khory

    Realme U1 memiliki layar yang berukuran 6,3 inci FHD+ dengan poni kecil sebagai tempat kamera depan. Dengan 90,8 persen screen to body ratio dan aspek rasio 19,5:9, membuat sudut pandang layar terlihat ultra-lebar. Bagian panel belakang didesain dengan 13 lapis setingkat mikron yang telah dipanggang dan dipoles dalam suhU tinggi.

    Pabrikan asal Cina Realme mempersenjatai ponsel pintar itu dengan chipset MediaTek Helio P70 yang dilengkapi dengan AI Engine yang memberikan APU multi-core 525 MHz, sehingga mendukung aplikasi AI yang lebih kompleks. Dengan chipset tersebut smartphone cocok digunakan untuk bermain game, selain itu mendukung untuk fotografi.

    Dari segi kamera, Realme U1 memiliki dual kamera utama dengan sensor 13 plus 2 megapiksel, lengkap dengan lampu flash. Sedangkan kamera depan memiliki 25 megapiksel ditambah dengan softlight LED, ditambah beberapa fitur yang ditamankan pengguna dapat mengabadikan momen keseharian dengan hasil terbaik.

    Realme U1 hadir dengan 3 varian warna yakni Ambitious Black, Brave Blue dan Fiery Gold. Untuk harga, Realme U1 dibanderol seharga Rp 2,499 juta untuk kapasitas RAM 3 GB/ 32 GB sedangkan untuk RAM 4 GB/ 64 GB dilabeli seharga Rp 2,899 juta. Kapasitas memorinya bisa diperluas dengan microSD hingga kapasitas 256 GB.

    Baca juga: Kamera Depan 25MP Jadi Senjata Realme U1

    Simak artikel menarik lainnya seputar ASUS ZenFone Max Pro M2 dan Realme U1 hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.